Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — PT Pertamina Patra Niaga dipastikan sudah menambah penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Aceh, sebagai upaya mengurai antrean panjang yang terjadi di SPBU-SPBU di Tanah Rencong.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan penambahan penyaluran BBM tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Pemerintah Aceh dengan Pertamina Patra Niaga.
“Gubernur Mualem meminta laporan setiap saat. Beliau ingin masalah ini (kelangkaan BBM) segera teratasi, sebab menyusahkan masyarakat,” kata Nurlis kepada Serambinews.com, Selasa (4/8/2026).
Nurlis mengungkap, berdasarkan laporan yang diterima Gubernur, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal telah meningkatkan penyaluran BBM dengan realisasi distribusi Gasoil mencapai 120,4 persen dan Gasoline sebesar 109 persen dibandingkan penyaluran normal.
Kata dia, peningkatan pasokan tersebut juga disampaikan langsung oleh Sales Branch Manager (SBM) Aceh I Fuel Pertamina Patra Niaga Retail Aceh, Ferdi Fajrian Adicandra, dalam rapat koordinasi bersama Tim Pemerintah Aceh yang dipimpin Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Izra, di Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8/2026).
Nurlis menjelaskan, selain penambahan penyaluran BBM, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Aceh dan aparat penegak hukum juga melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah SPBU untuk memastikan stok BBM tetap tersedia serta menertibkan penyaluran BBM bersubsidi.
“Tujuannya agar SPBU tidak melayani kendaraan telah memodifikasi tangkinya serta penggunaan kegiatan ilegal lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Nurlis, sejumlah SPBU juga mulai memperkuat pengelolaan antrean dengan menempatkan petugas marshalling agar kendaraan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi pengisian.
Baca juga: Bupati Abdya Terbitkan Aturan Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi, Jerigen Dilarang Keras
Pengaturan jadwal operator pada jam-jam sibuk turut dilakukan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Kemudian, Fuel Terminal di Aceh juga memperpanjang jam operasional, termasuk membuka layanan pada hari Minggu guna memperkuat stok BBM di SPBU.
“SPBU juga harus siaga 24 Jam untuk menerima BBM di luar jam operasional sebagai langkah build up stok sebelum dilakukan penyaluran ke konsumen di esok harinya. Mereka, berkoordinasi dengan Organda terkait dengan pengisian armada Organda di SPBU agar mendapatkan prioritas,” jelasnya.
Nurlis mengatakan, Pemerintah Aceh turut memperkuat pengawasan dengan melakukan konsolidasi data kendaraan bermotor melalui Dinas Perhubungan Aceh dan Samsat untuk mengantisipasi penggunaan nomor polisi yang tidak terdaftar.
Selain itu, Pemerintah Aceh tengah menyiapkan Surat Gubernur yang mengatur prioritas pengisian BBM bersubsidi bagi angkutan umum penumpang dan angkutan barang berpelat kuning.
“Selain itu, Pemerintah Aceh akan membentuk Tim Satgas Gabungan Penertiban Penyaluran BBM di Provinsi Aceh,” katanya.
Nurlis menambahkan, bahwa Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi secara berkala bersama Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Organda, serta instansi terkait untuk kelancaran BBM.
“Tujuannya untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal,” pungkasnya..
Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.