Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Suasana haru dan gemuruh tepuk tangan di Gedung Wisuda Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (4/8/2026).
Senyum sumringah memancar dari wajah-wajah bergaris usia yang tampil anggun berbalut toga lengkap.
Sebanyak 53 lanjut usia (lansia) secara resmi dikukuhkan sebagai lulusan Sekolah Lansia Kencana Senja dan Kencana Indah.
Momen bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa dahaga akan ilmu tak pernah padam, meski rambut telah memutih dan langkah tak lagi secepat dulu.
Baca juga: Wisuda Lulusan Sekolah Lansia Diikuti 419 Orang, Bupati Nagan TRK: Semangat Belajar Tanpa Batas Usia
Para wisudawan yang berada di rentang usia 65 hingga 85 tahun tersebut berasal dari dua gampong (desa) di Birem Bayeun, yakni Desa Alue Sentang dan Desa Paya Bili 2.
Dari total 60 peserta yang terdaftar, 53 di antaranya berhasil menuntaskan proses pembelajaran intensif selama satu tahun penuh.
Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag., menegaskan bahwa kelulusan gelombang pertama ini bukan sekadar seremoni formal belaka.
Selama 12 bulan, para lansia digembleng dengan kurikulum komprehensif untuk menunjang kualitas hidup di usia senja.
Baca juga: VIDEO - 419 Kakek dan Nenek dari Sekolah Lansia di Nagan Raya Diwisuda
"Selama satu tahun, para lansia dibekali materi interaktif, mulai dari kesehatan dan kebugaran fisik, pengelolaan emosi serta pikiran positif, hingga pendalaman nilai-nilai keagamaan," ujar Lismawani saat memberikan sambutan.
Prosesi pemindahan tali toga dilakukan langsung oleh Dr. Lismawani dengan penuh kehangatan, didampingi Pj. Ketua DWP Aceh Timur serta Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Aceh Timur.
Dalam orasi ilmiahnya yang menggugah, Lismawani menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Lansia merupakan pilar penting dalam mewujudkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
"Wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus menjalani kehidupan yang lebih sehat, mandiri, bahagia, dan tetap berdaya di tengah keluarga maupun masyarakat," tegasnya.
Keberhasilan program perdana ini lahir dari sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Timur, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, TP PKK, DWP, hingga jajaran Pemerintah Kecamatan dan Gampong setempat.
Lismawani melanjutkan, langkah konkret ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mewujudkan kelompok lansia yang tangguh, bermartabat, dan sejahtera. (*)