Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyoroti keterbatasan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Selasa (4/8/2026).
Hal itu menyusul, terjadinya kebakaran secara beruntun yang terjadi belakangan ini di Kota Bula.
Ketua DPRD SBT Risman Sibualamo menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama petugas Damkar dalam menjangkau sejumlah titik kebakaran yang terjadi bersamaan.
Ia mengatakan kebakaran di wilayah Kota Bula bukan merupakan kejadian baru.
Setiap tahun, wilayah tersebut menghadapi ancaman kebakaran ketika memasuki musim kemarau panjang.
Namun, kondisi tahun ini dinilai berbeda karena musim kemarau berlangsung cukup panjang dan kebakaran terjadi di sejumlah lokasi dalam waktu berdekatan.
"Memang jujur saja, untuk kebakaran dalam Kota Bula untuk tahun ini cukup masif. Keterbatasan Pemadam Kebakaran ini menjadi salah satu kendala untuk bisa menjangkau daerah-daerah titik yang memang sulit dijangkau oleh Pemadam Kebakaran," jelasnya.
Risman mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Damkar SBT saat ini hanya memiliki satu unit mobil pemadam yang menjadi armada utama dalam menangani kebakaran.
Baca juga: Kondisi Ekonomi Membaik, BPS Catat Inflasi y-on-y 2,27 Persen di Maluku Tengah
Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Ajak Masyarakat Morokay Melek Literasi Keuangan
Kondisi tersebut dinilai tidak ideal apabila terjadi kebakaran di beberapa lokasi secara bersamaan.
Ia mencontohkan sejumlah lokasi yang sempat dilanda kebakaran, di antaranya kawasan PLN, lahan warga hingga area di belakang Kantor Pengadilan Agama Bula.
Menurutnya, petugas Damkar telah bekerja maksimal di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki.
"Di PLN atas, terus juga di belakang Kantor Pengadilan Agama, itu sudah kelihatan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran cukup sibuk bekerja," katanya.
Risman mengapresiasi kerja keras personel Damkar yang tetap turun menangani kebakaran meski hanya mengandalkan armada terbatas.
Namun, ia berharap kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menambah armada pemadam kebakaran.
"Semoga ke depan bisa menambah unit-unit yang lain lagi supaya kita bisa mengantisipasi kejadian serupa," katanya.
Ia menilai, penambahan armada menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat respons pemerintah terhadap kebakaran, terutama saat terjadi beberapa kejadian dalam waktu bersamaan.
Pasalnya, penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab Damkar, tetapi membutuhkan peran masyarakat dalam mencegah munculnya titik api.
Risman berpesan agar masyarakat dan pemerintah dapat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau sehingga kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.(*)