Subuh Mencekam di Kampung Inggris, 2 Warga Terluka Akibat Tawuran Geng Motor
deni setiawan August 04, 2026 03:11 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI – Suasana Kampung Inggris, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi mendadak mencekam saat puluhan anggota geng motor bersenjata tajam berlarian masuk ke kawasan permukiman warga.

Aksi tawuran yang terjadi menjelang subuh itu merupakan buntut bentrokan dua kelompok geng motor di Jalan Raya Sukaraja hingga Jalan MH Holil, Minggu (2/8/2026).

Bukannya hanya melibatkan kelompok yang bertikai, aksi brutal tersebut justru membuat dua warga yang tidak mengetahui persoalan menjadi korban salah sasaran.

Keduanya yakni Dodis Johansyah (33), sopir truk tangki Pertamina dan Dasep Buhori (32).

Kedua warga tersebut mengalami luka setelah menjadi sasaran pembacokan ketika melintas di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Sosok AKBP Ratna Quratul Ainy, Kapolres Perempuan Pertama di Kendal, Lulusan Terbaik Akpol

Ketua RT setempat, Epul mengatakan, suasana mencekam terjadi sekira pukul 05.00.

Saat itu, puluhan anggota geng motor berlarian masuk ke kawasan permukiman warga setelah terlibat bentrokan di jalan raya.

"Awalnya kejadiannya di jalan raya. Tahu-tahu mereka lari ke Jalan Kampung Inggris," ujar Epul seperti dilansir dari TribunJabar.id, Selasa (4/8/2026).

Menurut Epul, jumlah pelaku yang terlibat diperkirakan mencapai sekira 50 orang.

Banyaknya jumlah pelaku membuat warga tidak mampu berbuat banyak untuk menghentikan aksi tersebut.

"Saya juga sebagai RT enggak bisa berbuat apa-apa. Ini sudah tawuran yang jumlahnya bukan sedikit lagi, mungkin sekira 50 orang," katanya.

Bawa Pedang hingga Celurit

Epul menyebut, para pelaku membawa berbagai jenis senjata tajam. Dia melihat langsung sejumlah pelaku membawa pedang, golok, hingga celurit.

"Mereka bawa senjata tajam. Ada pedang, golok, sama celurit. Saya lihat sendiri, di video-video juga terlihat," ucapnya.

Meski aksi tawuran merembet ke lingkungan permukiman, Epul memastikan tidak ada warga Kampung Inggris yang menjadi korban.

Namun dua warga dari kawasan Bayubud justru menjadi korban salah sasaran.

Keduanya disebut sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja ketika melintas di lokasi tawuran.

"Warga di sini enggak ada yang jadi korban. Yang kena justru warga Bayubud. Dia pulang kerja, sopir truk tangki bensin, jadi korban salah sasaran," katanya.

Akibat penyerangan tersebut, kedua korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Mereka kemudian mendapatkan perawatan di RS Hermina.

"Korban mengalami luka di kepala, di tangan. Yang satu lagi juga sama, luka di kepala dan memar di tangan. Sekarang dirawat di Hermina," ujar Epul.

• Kantor Desa di Banyumas Bergaya Istana Negara, Dibangun Rp650 Juta Tanpa Dana Desa

Tawuran Diduga Sudah Direncanakan

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Sukaraja, AKP Hendra Gunawan mengungkapkan, tawuran tersebut melibatkan geng motor Allstar dan Neverdie.

Peristiwa terjadi di kawasan Kampung Inggris, Jalan Raya Sukaraja hingga Jalan MH Holil, Kecamatan Sukaraja, Minggu (2/8/2026) sekira pukul 04.00.

Menurut AKP Hendra, kelompok Allstar disebut telah menunggu kedatangan kelompok Neverdie yang datang dari arah Kota Sukabumi.

Bentrokan kemudian pecah setelah kedua kelompok bertemu.

"Jadi yang ributnya geng motor Allstar sama Neverdie. Jadi Neverdie yang datang ke sana nyerang ke Kampung Inggris."

"Intinya pasti terencana janjian semuanya," ujar AKP Hendra, Senin (3/8/2026).

AKP Hendra mengatakan, aksi saling serang menggunakan senjata tajam terjadi setelah kedua kelompok bertemu di depan Yomart.

Bentrokan kemudian berlanjut hingga kawasan Kampung Inggris.

Di tengah kekacauan tersebut, Dodis dan Dasep yang sedang melintas justru menjadi korban pembacokan.

"Sopir tangki memang ke sana pulangnya ke arah Kampung Inggris ke atas. Dijemput sama saudaranya di Yomart. Terus kejadian kena bacok," katanya.

Warga Minta Polisi Tingkatkan Patroli

Epul mengatakan, kejadian tawuran seperti itu baru pertama kali terjadi di wilayahnya.

Dia meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap seluruh pelaku yang terlibat.

Selain penindakan, dia berharap patroli keamanan di wilayah tersebut ditingkatkan agar masyarakat tidak kembali menjadi korban.

"Saya mewakili warga berharap aparat bisa menangani kasus ini dengan tegas. Ke depan patroli agar lebih ditingkatkan supaya masyarakat merasa aman," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, warga juga kembali mengaktifkan ronda malam apabila mendapat informasi mengenai potensi tawuran.

Namun, masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

"Kalau ada informasi bakal terjadi kejadian seperti ini, para RT, para warga langsung ronda malam."

"Tapi sekarang kami serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. Saya juga enggak tahu apa sebenarnya persoalan mereka," katanya. (*)

Sumber TribunJabar.id

Baca juga: Kesaksian Sopir Ambulans Evakuasi Kecelakaan Maut Mahasiswa KKN: 4 dari 7 Korban Tewas Terjepit

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.