45 Musisi Cilik Mainkan Alat Musik Angklung Meriahkan Semarak Budaya Guyub Seni Jepara
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Semarak Budaya Guyub Seni kembali digelar di Kota Ukir tahun ini dengan menampilkan berbagai penampilan kesenian daerah. Mulai dari seni pertunjukan tari, hingga berbagai alat musik tradisional pun ditampilkan.
Tahun ini, Semarak Budaya Guyub Seni Jepara digelar di GOR Balai Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan.
Menampilkan hiburan seni dari pertunjukan parade tari, musik angklung, seni musik kentrung, hingga sendratari Ratu Kalinyamat dan musik jalanan.
Semarak Budaya tahun ini melanjutkan kegiatan serupa yang dimulai pada 2025 lalu.
Sekaligus bertujuan menyambut semarak Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Baca juga: Tatah Jepara Masih Hidup, 73 ribu Pengunjung Tersedot dalam Pameran di Museum Nasional Indonesia
Satu penampilan yang menyita perhatian ditunjukkan 45 siswa Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK) di Molyoharjo, Kecamatan Jepara.
Dari siswa terkecil kelas 1 hingga kelas 6 tampil cekatan memainkan alat musik angklung di atas panggung.
Group seni musik cilik tersebut diberi nama "Terang Dunia", sebuah pengharapan baru dengan membawa misi perubahan dan memberikan warna pada dunia pendidikan lewat kesenian musik tradisional.
Mulai dari usai dini, siswa Sekolah Dasar Teologi Kristen Jepara dikenalkan dan diajarkan tentang keterampilan seni musik tradisional.
Pelatih Angklung SDTK Terang Dunia, Suprianto mengatakan, group musisi cilik binaannya berdiri 7 tahun lalu mengakomodir semua siswa dari kelas 1 sampai kelas 6.
Jumlah peserta dalam satu group selalu berubah-ubah dalam setiap tahun. Tergantung berapa siswa yang lulus dan berapa siswa baru yang datang.
Saat ini, lanjut dia, alat musik angklung dinilai cocok untuk mengkomodir semua siswa tanpa membeda-bedakan. Di mana semua siswa berhak menjadi bagian dari setiap pentas angklung Terang Dunia.
"Kalau kita ambil seperti group band, tidak bisa mengakomodir semuanya. Akhirnya angklunglah kita ambil, alat musik angklungnya kita sesuaikan dengan jumlah peserta. Kebetulan tahun ini ada 45 peserta," terangnya, Selasa (4/8/2026).
Suprianto menyampaikan, saat ini group musik Terang Dunia disulap menjadi wadah anak-anak belajar kesenian dan kebudayaan.
Angklung dinilai sebagai alat musik yang pas untuk belajar anak. Bagian dari salah satu alat musik tradisional yang memiliki nilai dari sisi budaya dan kearifan lokal.
Group Terang Dunia berlatih setiap ada event. Mengoptimalkan waktu yang ada untuk fokus belajar tembang yang akan dibawakan di setiap kegiatan.
Mulai dari kegiatan sekolah, kegiatan masyarakat, juga kegiatan-kegiatan lain di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Saat ini, group musik Terang Dunia sudah menguasai puluhan tembang, mulai dari lagu wajib, kerohanian, hingga lagu-lagu campursari.
Suprianto berharap group musik angklung binaannya konsisten hadir dan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Jepara saja, juga dikenal di tingkat nasional dan internasional.
"Kami ingin anak-anak sejak usia dini belajar kesenian dan budaya. Bahkan sekarang penampilan mereka ditunggu-tunggu, terutama event sekolah. Kita selalu penuhi alat musik angklung yang dibutuhkan melalui perajin, dengan harapan bisa dijadikan ekstrakurikuler sekolah ke depannya," tutur dia.
Selain penampilan angklung dari musisi cilik, Semarak Budaya Guyub Seni juga menampilkan seni musik kentrung, sendra tari dan berbagai jenis musik jalanan.
Ketua Penyelenggara Semarak Budaya Guyub Seni Jepara, Joharta Adi Putra menerangkan, program ini sudah digelar dua kali dalam rangka memberikan fasilitasi bagi pelaku kesenian dan budaya. Utamanya seni musik tardisional hingga musik jalanan.
Tahun ini, Semarak Budaya digelar di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan pada 2 Agustus 2026.
Tak hanya itu, pihaknya juga menggandeng pelaku ekonomi kreatif hingga seniman lukis untuk menyemarakkan kegiatan budaya dan seni.
Dia berharap melalui kegiatan ini bisa memberikan fasilitasi bagi musik tradisional dan musik jalanan sebagai bagian dari hiburan masyarakat.
Pihaknya pun menggandeng Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, pemerintah kabupaten, hingga Komunitas Musisi Jalanan Jepara semarak budaya hadir dan memberikan manfaat nyata.
"Semoga kegiatan semarak budaya guyub seni ini bisa digelar konsisten setiap tahunnya sebagai panggung pelaku seni, budaya dan UMKM unjuk kebolehan," harap dia. (Sam)