Update Banjir Kampung Guo Padang: Kondisi Air Surut, Warga Sempat Tak Bisa Mengungsi
Rezi Azwar August 04, 2026 12:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir sudah surut di Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Selasa (4/8/2026) pagi.

Sebelumnya, banjir menggenangi permukiman masyarakat akibat meluapnya air Sungai Guo saat hujan lebat sejak pagi pukul 10.00 WIB hingga malam.

Kondisi Sungai Guo Mulai Normal

Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekira pukul 10.16 WIB, tampak debit air Sungai Guo sudah surut dan arusnya terpantau normal.

Air juga sudah mulai jernih, yang sebelumnya sempat berwarna cokelat pekat pada Senin kemarin.

Baca juga: BPBD Kota Padang Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Sementara warga di sekitar tampak memantau perkembangan aliran Sungai Guo, melihat dari tepi-tepi sungai.

Beberapa warga juga terlihat mengecek pinggiran jalan yang terhubung langsung ke aliran sungai.

Dampak Banjir: Jalan Retak dan Berlumpur

Tampak pinggir sungai terkikis, beberapa titik jalan retak, dan masih menyisakan bekas lumpur dari banjir.

Di lokasi, TribunPadang.com menyaksikan awan gelap mengitari Kampung Guo, yang akan menjadi hujan.

Tak lama berselang, sekitar pukul 10.42 WIB, hujan dengan intensitas sedang kembali turun, warga pun tampak waspada.

Di sisi lain, warga tampak masih membersihkan rumah mereka pasca banjir menerjang Kampung Guo.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar Selasa 4 Agustus 2026: Waspada Hujan Lebat di Solok Selatan

Akses Sempat Lumpuh Total, Warga Terjebak

Salah satu masyarakat, Jamaris, mengatakan banjir mulai terjadi di daerahnya pada Senin kemarin sekira pukul 13.00 WIB.

Menurut dia, banjir dipicu karena meningkatnya debit air dan derasnya arus Sungai Guo.

"Banjir kemarin terjadi sekira pukul 13.00 WIB dan surut pukul 18.00 WIB, terjadi akibat air sungai ini meluap saat hujan turun," ucapnya saat memantau perkembangan debit air sungai.

Ia menjelaskan, hujan intensitas lebat sudah mengguyur daerahnya sejak pukul 10.00 WIB, dan berlangsung sesudah salat Magrib atau sekira pukul 18.30 WIB.

Meski begitu, Jamaris menyebut warga tak bisa mengungsi akibat badan jalan untuk akses keluar sudah digenangi banjir cukup dalam.

"Warga tidak bisa mengungsi, terpaksa bertahan di rumah dan mencari tempat tinggi. Akses keluar tidak bisa dilewati, banjirnya dalam, motor tidak bisa lewat," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.