Kasus Penganiayaan Misterius di Karanganyar, Korban Akui Tak Pernah Berselisih dengan Orang Lain
Putradi Pamungkas August 04, 2026 12:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Korban penganiayaan di Jalan Adi Sumarmo, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Tri Agung Mulyanto (34), mengaku tidak pernah memiliki perselisihan dengan siapa pun sebelum menjadi sasaran empat orang tak dikenal.

Pengakuan tersebut membuat motif di balik aksi penganiayaan itu masih menjadi tanda tanya.

"Ya yang sayang nggumun itu, uang, handphone, motor nggak ada yang hilang sama sekali. Itu motifnya apa saya juga tidak tahu," kata dia.

Warga Tegal Arum, Kelurahan Mojosongo, Kota Solo, itu menceritakan insiden yang dialaminya saat hendak menuju Pasar Sunggingan pada Sabtu (1/8/2026) dini hari.

Tiba-tiba Dipepet Empat Orang

Saat ditemui di kediamannya, Agung menuturkan dirinya berangkat dari rumah sekitar pukul 00.30 WIB untuk berbelanja ke Pasar Sunggingan.

Namun ketika melintas di Jalan Adi Sumarmo, Colomadu, dua sepeda motor yang ditumpangi empat orang tiba-tiba memepet kendaraannya.

Tanpa didahului percakapan, salah seorang pelaku langsung memukul kepala bagian kanan korban menggunakan potongan besi.

"Asal mulanya saya mau ke pasar sunggingan, dari rumah kurang lebih pukul 00.30 WIB. Saya lewat Joglo, terus ke arah barat sampai Sawahan tiba-tiba saya mengalami insiden pemukulan pakai besi di bagian kepala kanan," ungkap Agung, Senin (3/8/2026).

MOTOR KORBAN - Kondisi motor korban pengeroyokan. Tri Agung, warga Mojosongo Kota Solo jadi korban penganiayaan jalanan saat melintas di jalan Adi Sumarmo, Colomadu Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (1/8/2026) dini hari lalu.
MOTOR KORBAN - Kondisi motor korban pengeroyokan. Tri Agung, warga Mojosongo Kota Solo jadi korban penganiayaan jalanan saat melintas di jalan Adi Sumarmo, Colomadu Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (1/8/2026) dini hari lalu. (TribunSolo.com/Istimewa)

Akibat pukulan tersebut, Agung terjatuh dari sepeda motornya.

Keempat pelaku kemudian menghampiri dan melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

"Yang dua orang menginjak kaki saya, yang lain mukul dan menampar wajah saya," lanjutnya.

Tak Ada Perselisihan Sebelum Kejadian

Agung menegaskan dirinya tidak mengalami perselisihan ataupun konflik dengan siapa pun sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Ia juga menyebut kondisi di sekitar lokasi saat kejadian cukup sepi.

Meski mengalami penganiayaan hingga hampir kehilangan kesadaran, Agung masih sempat melihat para pelaku meminggirkan sepeda motornya.

Salah seorang pelaku membuka tas korban dan membuang telepon genggamnya ke area persawahan di dekat lokasi.

Namun, tidak ada barang berharganya yang dibawa kabur.

Uang tunai, sepeda motor, dan telepon genggam miliknya tetap utuh meski sempat dibuang oleh pelaku.

Kondisi itulah yang membuat Agung semakin bingung dengan motif di balik aksi penganiayaan yang dialaminya.

Baca juga: Korban Penganiayaan di Colomadu Berhasil Kabur Meski Luka Parah, Sempat Pingsan di Joglo Solo

Berhasil Menyelamatkan Diri

Setelah para pelaku pergi, Agung berusaha meninggalkan lokasi meski tubuhnya mengalami luka di wajah, tangan, dan kaki.

Ia mengendarai sepeda motornya hingga kawasan Joglo, Kota Solo.

Sesampainya di lokasi tersebut, Agung pingsan.

Warga yang mengetahui kondisinya kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit.

Sementara itu, para pelaku disebut melarikan diri ke arah barat Jalan Adi Sumarmo usai melakukan penganiayaan.

Kasus Dilaporkan ke Polres Karanganyar

Agung memastikan kasus yang menimpanya telah dilaporkan ke Polres Karanganyar.

"Kemarin sudah lapor ke Polres Karanganyar," urainya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.