APBD Wonogiri Tak Mampu Perbaiki Seluruh Sekolah Rusak, Pemkab Andalkan Dana dari Pusat
Putradi Pamungkas August 04, 2026 12:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Keterbatasan kemampuan fiskal membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri Jawa Tengah masih mengandalkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk mempercepat revitalisasi sekolah.

Pasalnya, APBD Wonogiri belum mampu menanggung seluruh kebutuhan perbaikan ratusan gedung sekolah yang mengalami kerusakan.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri semester II 2025 mencatat, sebanyak 524 dari total 731 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Wonogiri mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Namun, hanya 156 SD yang diusulkan menerima bantuan revitalisasi melalui DAK.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 SD telah selesai diperbaiki maupun masih dalam proses pengerjaan.

Sementara itu, pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), terdapat 39 sekolah yang mengalami kerusakan dari total 112 SMP di Wonogiri.

Sebanyak 16 SMP diusulkan menerima bantuan revitalisasi melalui DAK, dan 11 di antaranya telah selesai atau sedang diperbaiki.

Pemkab Wonogiri Akui Fiskal Daerah Terbatas

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengakui kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan pemerintah memperbaiki seluruh sekolah yang rusak menggunakan APBD.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menyesuaikan perbaikan sekolah dengan kemampuan anggaran sekaligus mengikuti ketentuan pemerintah pusat.

"Kapasitas fiskal kita tidak mampu mengover seluruh sekolah yang rusak. Kami juga tidak bisa membiayai sekolah yang sudah diusulkan ke APBN agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran," kata Setyo, Senin (3/8/2026).

Setyo menjelaskan, salah satu syarat penerima DAK adalah sekolah memiliki sedikitnya 60 siswa.

Sementara itu, di Wonogiri terdapat sekitar 298 sekolah yang jumlah siswanya masih berada di bawah ketentuan tersebut sehingga belum memenuhi syarat untuk diusulkan menerima bantuan.

Kondisi tersebut membuat masih banyak sekolah rusak yang belum dapat memperoleh pendanaan revitalisasi melalui DAK.

ANGGARAN DAERAH - Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno saat ditemui beberapa waktu lalu. Setyo Sukarno mengakui kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan pemerintah memperbaiki seluruh sekolah yang rusak menggunakan APBD.
ANGGARAN DAERAH - Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno saat ditemui beberapa waktu lalu. Setyo Sukarno mengakui kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan pemerintah memperbaiki seluruh sekolah yang rusak menggunakan APBD. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Pemkab Tetap Prioritaskan Anggaran Pendidikan

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemkab Wonogiri tetap mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan melalui Perubahan APBD 2026.

Selain menyiapkan dana perbaikan sekolah, pemerintah daerah juga menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekitar Rp21 miliar, program seragam sekolah gratis sebesar Rp16,2 miliar, serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi senilai Rp7,5 miliar.

"Sektor pendidikan tetap menjadi prioritas kami. Kami siapkan sejumlah program untuk sektor pendidikan," ujar Setyo.

Baca juga: Ratusan Gedung SD-SMP Wonogiri Rusak, Pemkab Belum Mampu Perbaiki Semua

Revitalisasi Sekolah Mengandalkan DAK

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Wonogiri, Sularto, menjelaskan usulan sekolah penerima bantuan DAK dilakukan berdasarkan skala prioritas.

Pasalnya, pemerintah pusat membatasi kuota revitalisasi maksimal 30 persen dari total sekolah rusak di setiap daerah.

"Penentuan sekolah yang diusulkan lewat skala prioritas," ujar Sularto.

Selain kuota yang terbatas, tidak semua sekolah yang mengalami kerusakan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.