RSUD Ako Pasangkayu Kekurangan Air Bersih, Habiskan Rp500 Ribu Sehari untuk Air Tangki
Nurhadi Hasbi August 04, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Pasangkayu mulai berdampak pada pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako Pasangkayu.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pasangkayu itu mengalami kesulitan pasokan air bersih sehingga harus mendatangkan air menggunakan mobil tangki setiap hari.

Humas RSUD Ako Pasangkayu, Adding, saat dikonfirmasi pada Selasa (4/8/2026), mengatakan pihak rumah sakit saat ini membutuhkan dua tangki air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasien, tenaga kesehatan, hingga operasional rumah sakit.

Baca juga: 20 Desa di Polman Krisis Air Bersih Selama Musim Kemarau

Baca juga: Hadapi Kekeringan Akibat El Nino, BPBD Pasangkayu Siapkan 1.000 Liter Air Bersih per Tangki

"Setiap hari kami harus mendatangkan dua tangki air. Satu tangki harganya sekitar Rp250 ribu," ujar Adding.

Menurutnya, keterbatasan pasokan air mulai dirasakan di hampir seluruh ruangan perawatan. Namun, kondisi paling sering terjadi di kamar-kamar pasien yang berada di lantai dua gedung rumah sakit.

Meski demikian, pihak rumah sakit terus berupaya mengantisipasi agar pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dan kebutuhan dasar pasien tetap terpenuhi.

Adding mengungkapkan, keluhan pasien terkait ketersediaan air memang masih ada. Namun, sejauh ini kondisi tersebut masih dapat ditangani oleh pihak rumah sakit.

"Alhamdulillah keluhan pasien tidak terlalu banyak. Biasanya hanya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA saat kebutuhan air sedang tinggi," katanya.

Pasokan Air dari Sumber Utama Menurun

Ia menjelaskan, selama ini sumber air utama yang digunakan RSUD Ako berasal dari aliran sungai kecil di kawasan pegunungan di belakang rumah sakit.

Jarak sumber air tersebut diperkirakan sekitar 300 meter dari lokasi rumah sakit.

Namun, akibat musim kemarau yang berkepanjangan, debit air dari sumber tersebut menurun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh ruangan dan fasilitas rumah sakit.

Padahal, kata dia, infrastruktur penunjang seperti bak penampungan dan jaringan pipa dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah tersedia di lingkungan rumah sakit.

Hanya saja, hingga saat ini sambungan air dari PDAM belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih di RSUD Ako.

Kondisi tersebut membuat manajemen rumah sakit terpaksa mengeluarkan anggaran tambahan untuk membeli air bersih demi menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Pihak RSUD Ako berharap persoalan pasokan air dapat segera teratasi, baik melalui peningkatan layanan PDAM maupun langkah lain dari pemerintah daerah, mengingat kebutuhan air bersih merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan.

Selain untuk kebutuhan pasien dan keluarga pasien, air bersih juga sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan ruangan, sanitasi, serta menunjang berbagai pelayanan medis di rumah sakit.

Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, pihak rumah sakit terus melakukan berbagai upaya penghematan dan pengaturan distribusi air agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.