TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Setelah sempat menyentuh angka Rp14 juta per suku pada Jumat lalu, harga emas perhiasan di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan kini mulai turun.
Meski demikian, harga yang masih tergolong tinggi justru dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menjual emas mereka guna memenuhi kebutuhan ekonomi.
Pantauan jurnalis TribunSumsel.com di Toko Emas Sinar Baru, Pasar Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, harga emas perhiasan satu suku dipatok Rp13.800.000.
Angka tersebut turun Rp200 ribu dibandingkan harga pada Jumat lalu yang mencapai Rp14.000.000 per suku.
Sementara itu, di Toko Mas Indra Mustika yang berada di Pasar Tebat Jaya dan Pasar Sumber Agung, Kecamatan Buay Madang, harga emas perhiasan satu suku berada di kisaran Rp13.600.000.
Pemilik Toko Emas Sinar Baru, Jalal, mengatakan harga emas hingga Rp14 juta per suku hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Baca juga: Lagi Turun, Update Harga Emas Antam di Kota Palembang Hari Ini Selasa 4 Agustus 2026, Cek Rinciannya
Menurutnya, beberapa hari terakhir harga emas bergerak sangat dinamis mengikuti perkembangan pasar sehingga perubahan harga bisa terjadi dalam waktu yang relatif cepat.
"Beberapa hari lalu memang sempat sampai Rp14 juta per suku, tapi tidak bertahan lama. Sekarang turun lagi. Memang belakangan ini harga emas cepat sekali naik dan turun mengikuti kondisi pasar," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Di balik harga yang masih tinggi, Jalal mengungkapkan minat masyarakat untuk membeli emas justru menurun. Sebaliknya, warga yang datang menjual emas perhiasan relatif lebih banyak dibandingkan pembeli.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Banyak warga memanfaatkan tingginya harga emas untuk memperoleh dana tunai, bukan untuk mengambil keuntungan semata, melainkan karena adanya kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
"Kalau yang beli tidak terlalu banyak karena harga memang lumayan mahal. Tapi yang jual cukup banyak. Umumnya mereka menjual emas saat sedang butuh," katanya.
Jalal juga melihat adanya perubahan pola pikir masyarakat dalam menyikapi fluktuasi harga emas.
Jika sebelumnya warga cenderung langsung melepas emas ketika harga naik, kini mereka lebih mempertimbangkan keputusan tersebut.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat mulai menyadari bahwa emas merupakan aset yang nilainya cenderung terus meningkat dalam jangka panjang.
Karena itu, mereka memilih menyimpannya selama tidak berada dalam kondisi mendesak.
"Sekarang masyarakat sudah pintar. Mereka tidak langsung jual saat harga naik. Kalaupun dijual, biasanya karena ada kebutuhan mendesak," tambahnya.
Hal senada disampaikan Susi, warga Martapura yang baru saja menjual emas perhiasannya. Ia mengaku keputusan tersebut bukan karena tergiur harga yang tinggi, melainkan terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia mengatakan sebenarnya dirinya lebih memilih mempertahankan emas yang dimilikinya sebagai tabungan.
Namun, situasi yang mendesak membuatnya tidak memiliki banyak pilihan selain menjual perhiasan tersebut.
"Kalau tidak ada keperluan mendesak seperti ini, saya tidak akan jual emas. Saya sebenarnya ingin menyimpan," ujarnya.
Menurutnya, emas selama ini menjadi salah satu bentuk simpanan yang paling aman bagi keluarganya. Karena itu, menjual emas merupakan pilihan terakhir yang diambil ketika kebutuhan mendesak tidak lagi bisa ditunda.
Dilema serupa juga dirasakan Ratih, seorang ibu rumah tangga di Martapura. Meski melihat harga emas masih berada di level tinggi, ia mengaku masih ragu untuk menjual perhiasan yang dimilikinya.
Ratih khawatir apabila emas dijual saat ini, ia akan kesulitan membelinya kembali di kemudian hari karena harga emas terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Kalau dijual sekarang memang harganya tinggi. Tapi saya takut nanti tidak sanggup beli lagi karena sekarang harga emas sudah puluhan juta per suku," pungkasnya.
Fluktuasi harga emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa emas masih menjadi salah satu instrumen penyimpanan nilai yang penting bagi masyarakat OKU Timur.
Selain digunakan sebagai perhiasan, emas juga menjadi cadangan ekonomi keluarga yang baru akan dilepas ketika kebutuhan mendesak datang.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com