SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Ngatiyana, Wali Kota Cumahi yang ditegur Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena maraknya peredaran obat keras jenis tramadol di kotanya.
Tak hanya menegur, Dedi Mulyadi juga menyinggung latar belakang Ngatiyana yang purnawirawan tentara.
Hal itu terjadi saat Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Di hadapan para kepala daerah se Jawa Barat, Dedi mempertanyakan keteagasan mereka dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang.
Dalam forum tersebut, Dedi mempertanyakan langkah Pemerintah Kota Cimahi dalam memberantas peredaran tramadol yang disebut telah meresahkan masyarakat.
Baca juga: Alasan Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Rp 250Juta ke Sosok Ini Setelah Taufik Hidayat Ditangkap
Ia juga menyinggung adanya dugaan pihak yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang disebut-sebut memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.
"Gimana ini, banyak tramadol beredar. Ada warga juga yang jadi korban. Banyak LSM, sehingga tidak ada yang berani menindak. Masa Pak Wali yang berlatar belakang TNI tidak berani menindak?" kata Dedi kepada Ngatiyana di lobi Kantor BPSDM Provinsi Jawa Barat.
Menanggapi teguran itu, Ngatiyana mengatakan Pemerintah Kota Cimahi sedang menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan peredaran obat keras tersebut.
"Sedang disiapkan untuk mengatasi," ujar Ngatiyana.
Jawaban tersebut belum memuaskan Dedi.
Ia kembali mendesak agar pemerintah daerah segera melakukan tindakan nyata.
"Jangan terlalu lama. Harus ditindak. Sikat saja, Bapak kan tentara, masa tidak berani," tegas Dedi.
Menurut Dedi, pemerintah daerah tidak boleh membiarkan peredaran obat keras yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Ia juga meminta aparat dan pemerintah daerah tidak gentar mengambil tindakan sesuai aturan apabila benar terdapat pihak tertentu yang mencoba melindungi aktivitas peredaran tramadol.
Ngatiyana dilahirkan di Bantul pada 5 Juli 1961 dari pasangan almarhum Joko Wiro dan almarhumah Saini. Sang ayah saat itu bekerja sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta.
Sejak kecil ia tinggal di Dusun Cangkring, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta.
Usai menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Teknik Menengah (STM) tempat kelahirannya– sekarang berganti menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Ngatiyana merantau ke Jakarta.
Saat itu kedua kakaknya sudah lebih dulu berada di Jakarta berprofesi sebagai sopir mikrolet dan sopir truk. Ia pun bekerja membantu kedua kakaknya tersebut sebagai kernet mikrolet dan kernet truk sambil mencoba mencari kesempatan kerja yang lebih baik.
Pada 1982, Ngatiyana mencoba peruntungannya dengan melamar kerja PT Insdustri Pesawat Terbang Nurtanio/Nusantara (PT IPTN) atau PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Dia berhasil lulus dan diterima bekerja sebagai karyawan di perusahaan Badan usaha Milik Negara (BUMN) yang saat itu sangat terkenal dan bergengsi.
Setelah sempat bekerja beberapa tahun, Ngatiyana tertarik ingin menjadi prajurit militer.
Ia mencoba daftar tes masuk tentara melalui program Militer Sukarela (Milsuk) Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI AD dan berhasil diterima. Selama setahun (1983-1984).
Ia mengikuti pendidikan militer dan akhirnya dilantik dengan pangkat Sersan Dua (Serda) dan terus meniti karir di bidang militer.
Ngatiyana pernah menjabat sebagai Walikota Cimahi ke-4 sejak 16 Agustus 2022 hingga 22 Oktober 2022.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Walikota Cimahi pada 22 Oktober 2017 hingga 27 November 2020 dan Plt. Walikota Cimahi sejak 28 November 2020.
Di pilkada 2024, Ngatiyana kembali terpilih menjadi Wali Kota Cimahi berpasangan dengan Adhitia Yudisthira.
Pendidikan:
Karir Militer:
TANAH DAN BANGUNAN Rp. 2.190.400.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 98 m2/196 m2 di KAB / KOTA KOTA CIMAHI , HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000
2. Tanah Seluas 386 m2 di KAB / KOTA BANTUL, WARISAN Rp. 110.000.000
3. Tanah Seluas 1012 m2 di KAB / KOTA BANTUL, WARISAN Rp. 200.000.000
4. Tanah Seluas 140 m2 di KAB / KOTA KOTA CIMAHI , HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
5. Tanah Seluas 507 m2 di KAB / KOTA BANTUL, WARISAN Rp. 152.100.000
6. Tanah Seluas 70 m2 di KAB / KOTA BANTUL, WARISAN Rp. 21.000.000
Baca juga: Daftar Wali Kota Termiskin yang terpilih se- Provinsi Banten, Punya Kekayaan Rp 6,1 miliar
7. Tanah Seluas 439 m2 di KAB / KOTA BANTUL, WARISAN Rp. 131.700.000
8. Tanah Seluas 22 m2 di KAB / KOTA BANTUL, WARISAN Rp. 6.600.000
9. Tanah Seluas 62 m2 di KAB / KOTA BANTUL, WARISAN Rp. 18.600.000
10. Tanah Seluas 1168 m2 di KAB / KOTA BANTUL, HASIL SENDIRI Rp. 350.400.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 455.000.000 2024
1. MOTOR, HONDA VARIO SEPEDA MOTOR Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 5.000.000
2. MOBIL, SUZUKI MINIBUS Tahun 1995, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
3. MOBIL, TOYOTA FORTUNER SUV Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 3.777.609
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 2.649.177.609
III. HUTANG Rp. 42.500.000
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 2.606.677.609