Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Acara sound horeg telah menelan korban jiwa di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Satu warga Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, dilaporkan meninggal dunia usai tubuhnya terbentur gapura desa setempat.
Baca juga: LIRA Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Pembangunan Barak Dalmas Rp1,2 Miliar Polres Pasuruan Kota
Korban bernama Zainul Arifin (29) meninggal langsung di lokasi kejadian.
Plh Kapolsek Arjasa, Ipda Mustaqim Romli mengatakan, peristiwa terjadi pada Minggu (2/8/2026) menjelang sore, ketika sebuah truk sound horeg hendak pulang ke Desa Candijati.
Sound horeg dan krunya baru saja mengikuti karnaval sound horeg di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.
"Informasi yang kami dapatkan di lapangan, korban ini infonya tertidur di atas sound, ya di antara sound itu. Karena soundnya tinggi, saat melintasi gapura desa, korban kesampluk gapura," ujar Mustaqim ketika dikonfirmasi TribunJatim.com pada Selasa (4/8/2026).
Ditengarai korban tidak sadar ketika truk sound horeg yang dinaikinya sedang lewat di bawah gapura tersebut.
Sementara posisi sound horeg juga tinggi.
Gapura desa dilengkapi dengan fasad yang melintang dari kedua sisi.
Karenanya, untuk kendaraan yang bervolume tinggi, akan sangat berbahaya jika melintas di bawahnya.
Akibat terbentur dengan gapura, korban mengalami luka parah di kepala yang menyebabkan langsung meninggal di lokasi.
Lokasi kejadian adalah gapura Desa Candijati Kecamatan Arjasa, yang terletak di sisi barat Jalan Raya Jember-Bondowoso, ke arah masuk Desa Candijati.
"Lokasi kejadian di gapura Desa Candijati. Kami melakukan penyelidikan, juga berkoordinasi dengan pihak Satlantas karena kejadian kecelakaan," imbuh Mustaqim.
Namun, keluarga tidak ingin melanjutkan kejadian ini ke proses hukum dan menganggapnya sebagai musibah.
Berkaca dari peristiwa itu, pihak Kepolisian mengimbau agar warga selalu mengedepankan kehati-hatian dan keselamatan dalam berkendara.
"Kami bersepakat dengan Muspika Arjasa, agar warga dalam memperingati HUT RI tidak berlebihan dalam hal berkendara, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.