Genggam Tangan Istri dan Anak, Pria Korban PHK Ini Rela Berdesakan Cari Kerja di Job Fair Depok
Hironimus Rama August 04, 2026 03:31 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI – Riuk pikuk bursa kerja (job fair) di Depok Town Square (Detos) pada Selasa (4/8/2026) menyajikan pemandangan tak biasa.

Di tengah lautan anak muda dan fresh graduate yang riuh memegang map berkas, langkah Iwan (42) mencuri perhatian.

Pria berwajah tegar itu datang tidak sendirian—ia memboyong serta keluarga kecilnya: sang istri tercinta dan buah hati mereka yang masih balita.

Baca juga: Job Fair Depok 2026 Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Antrean Panjang Mengular

Bukan sekadar menemani langkah sang suami, sang istri rupanya menyimpan semangat yang sama untuk mengadu nasib jika menemukan posisi yang pas.

Sementara itu, celoteh riang sang anak balita menjadi saksi bisu betapa kerasnya perjuangan kedua orang tuanya demi merajut masa depan.

Iwan bukanlah sosok baru di dunia kerja. Ia adalah seorang profesional dengan pengalaman hampir dua dekade (18 tahun) di bidang logistik.

Namun, nasib berkata lain ketika badai pengurangan karyawan (layoff) dan purna kontrak menghantamnya pada Desember 2025 lalu.

Sudah sekitar tujuh bulan lamanya Iwan bergerilya, berpindah dari satu lowongan ke lowongan lain demi kembali merengkuh posisi di bidang yang amat dikuasainya.

​"Ekspektasinya ya dapat kerja yang sesuai dengan skill, keahlian, dan pengalaman sebelumnya," tutur Iwan di sela-sela kegiatannya memantau stan perusahaan.

Menembus Sengitnya Persaingan Zaman

Meski berbekal jam terbang hampir 20 tahun, jalan Iwan tak lantas mulus. Panggilan wawancara kerja memang kerap datang, namun kepastian tak kunjung mengetuk pintunya.

Bagi Iwan, tantangan terbesar saat ini bukanlah soal faktor usia, melainkan gempuran persaingan dari generasi muda yang membanjiri pasar kerja.

​"Susah, maksudnya sudah interview tapi susah, karena kan saingan makin banyak,” keluhannya.
“Posisinya sedikit tapi yang melamar banyak. Ya paling harus bersaing sama yang fresh graduate ini, kan semakin banyak," sambungnya.

Demi menyambung hidup dan menopang kebutuhan harian keluarga, Iwan menolak menyerah. Berbagai pekerjaan lepas (freelance) ia lakoni demi menjaga dapur rumah tangganya tetap ngebul.

Meski penghasilan freelance dan sisa tabungan masih mampu menutupi kebutuhan sehari-hari, ia tak menampik kecemasan yang terus membayangi saat melihat tabungan keluarga kian tergerus waktu.

​"So far sih masih mencukupi. Tapi ya (tabungan) semakin terpakai. Kalau bisa sih dapat kerjaan secepatnya," tambah Iwan dengan penuh harap.

Kehadiran ajang seperti Job Fair Depok ini setidaknya memberikan sedikit angin segar dan lentera harapan bagi pencari kerja lintas generasi seperti dirinya.

Ia berharap pemerintah dan penyelenggara makin masif membuka ruang-ruang kesempatan serupa agar peluang kerja bagi masyarakat berkeahlian tetap terbuka lebar.

Genggaman erat tangan sang istri dan senyum polos anak balitanya di tengah hiruk-piruk job fair siang itu menjadi bahan bakar paling ampuh bagi Iwan.

Di tengah sengitnya persaingan dengan Gen Z, sosok ayah ini membuktikan bahwa semangat untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga tak akan pernah mengenal kata surut. (m38)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.