Perbatasan Memanas! Bongkar Jaringan Mossad & CIA, Pasukan Khusus Iran Lancarkan 14 Operasi di Irak
Sinta Darmastri August 04, 2026 02:54 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Langkah tegas kembali diambil oleh militer Iran demi menjaga kedaulatan wilayahnya. Melalui pengumuman resminya, Teheran mengonfirmasi telah menggelar serangkaian aksi militer lintas batas yang menyasar wilayah Kurdistan, Irak. Langkah intensif ini ditempuh khusus untuk membongkar sekaligus melumpuhkan jaringan intelijen musuh yang selama ini bergerak di kawasan perbatasan.

Mengutip laporan Al Mayadeen pada Selasa (4/8/2026), penasihat panglima tertinggi Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mojtaba Jafari, membeberkan pergerakan pasukannya pada Senin (3/8/2026). Ia mengonfirmasi bahwa Brigade ke-23 telah merampungkan 14 operasi darat secara intensif di dua wilayah strategis, yakni Sulaymaniyah dan Erbil.

Operasi militer skala besar tersebut mengincar para pejabat intelijen dari kelompok separatis serta agen-agen lokal yang terafiliasi dengan mereka. Salah satu hasil signifikan dari gempuran ini adalah tewasnya Soran Mohammadzadeh, seorang pejabat tinggi intelijen dari kelompok separatis PDKI.

Di saat yang sama, unit pasukan khusus Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) turut diterjunkan untuk menembus jauh ke dalam Kegubernuran Sulaymaniyah. Lewat aksi penyergapan tersebut, personel Iran sukses meringkus sejumlah terduga mata-mata yang bertugas memantau pergerakan di garis perbatasan.

Tak hanya menangkap para pelaku, petugas di lapangan juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan berbagai perangkat pengawasan canggih ke dalam wilayah Iran.

Baca juga: Trump Dituding Sembunyikan Fakta Konflik AS-Iran Lewat Sidang Rahasia, Serangan dari Dalam Negeri?

Baca juga: Trump Main Gertak atau Serius? Mengapa AS Masih Mendesak Iran Pertahankan Jalur Diplomasi

Baca juga: Selat Hormuz Memanas! Iran Klaim Rontokkan Drone Canggih AS di Tengah Isu Diplomasi Rahasia

Keterangan resmi dari Teheran menyebutkan bahwa kelompok separatis memanfaatkan peralatan modern tersebut untuk mengintip posisi pertahanan perbatasan Iran. Data rahasia yang terkumpul rencananya bakal disetorkan langsung kepada lembaga intelijen asing, termasuk Mossad milik Israel dan CIA asal Amerika Serikat.

Aksi pembersihan jaringan mata-mata ini menjadi bagian dari strategi besar Teheran dalam memperketat benteng perbatasannya, yang saat ini juga sedang diperkuat lewat pembangunan tembok keamanan sepanjang 250 kilometer.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.