TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah Nasib Marhum (57) perampok nenek Hartati (60) saat salat di rumahnya, di Cakung, Jakarta Timur.
Adapun Mahrum perampok yang merupakan tetangga nenek Marhum kini ditangkap polisi.
Kapolsek Cakung, AKP Andre Tri Putra mengatakan, pelaku berinisial Marhum itu ditangkap di rumahnya, yang masih dalam satu kawasan di rumah korban.
"(Pelaku) Sudah ditangkap di rumahnya, barang curian masih ada," kata Andre saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (4/8/2026).
Menurut pengakuan pelaku, dia melakban mulut korban, Hartati dengan tujuan agar korban tidak memberontak saat barang berharganya diambil.
"Dia baru pertama kali (merampok), mulut korban dilakban supaya tidak berontak," ujar Andre.
Menurut Andre Tri Putra, Hartati datang ke kantornya mengenakan mukena warna putih untuk melaporkan perampokan di rumahnya oleh tetangganya sendiri, Marhum.
Baca juga: Kapuspen Mayjen Muhammad Nas Respons Anggota TNI Diduga Aniaya Polisi hingga Tewas di Asrama Brimob
"Korban datang ke Polsek Cakung dengan kondisi wajah masih terlakban dan mengaku menjadi korban pencurian," kata Andre.
Hartati mengaku, Marhum sempat mengancamnya dengan senjata tajam jenis golok agar korban tidak berteriak.
Kemudian mulut, tangan, dan kaki Hartati dililit lakban oleh Marhum.
Butuh waktu dua jam bagi Hartati untuknya membuka ikatan lakban.
Dalam aksinya, pelaku membawa kabur uang tunai Rp 600.000, sepasang anting seberat 1 gram, serta satu unit ponsel merek Samsung A07.
Sebelumnya lansia itu mendatangi kantor polisi dengan kondisi yang masih mengenakan mukena dan mulut tertutup lakban.
Kejadian berlangsung pada Minggu (2/8/2026).
Korban berhasil melepaskan diri dari penyekapan yang dilakukan pelaku.
Baca juga: Bripda RF Pelaku Pembunuhan Nenek Nurlis di Tanjung Morawa, Padahal Mau Diusulkan Naik Pangkat
Korban diketahui bernama Hartati (60).
Usai berhasil membebaskan diri dari ikatan lakban yang membelenggu tubuhnya, ia langsung mencari pertolongan dan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Cakung.
Saat tiba di kantor polisi sekitar pukul 14.00 WIB, Hartati masih mengenakan mukena putih yang sebelumnya dipakai ketika hendak menunaikan salat. Lakban berwarna cokelat masih menempel di bagian wajahnya sehingga menjadi perhatian petugas yang menerima laporan.
Kapolsek Cakung Andre Try Putra membenarkan kondisi korban saat pertama kali datang ke kantor polisi.
"Sekira pukul 14.00 WIB, Korban datang ke Polsek Cakung dengan kondisi wajah masih terlakban dan mengaku menjadi korban pencurian," kata Kapolsek Cakung Andre Try Putra dalam keterangannya, Minggu.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika Hartati sedang bersiap melaksanakan ibadah salat di rumahnya yang berada di Kampung Pisangan, Cakung, Jakarta Timur.
Baca juga: Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pengedar Ganja di Hamparan Perak
Saat berada di dalam rumah, korban mendengar suara seseorang masuk ke dalam rumah.
Awalnya, Hartati mengira orang yang datang adalah salah seorang anaknya sehingga ia sempat memanggil dari dalam rumah. Namun dugaan tersebut ternyata keliru.
Kapolsek Cakung Andre Try Putra menjelaskan bahwa orang yang masuk ke rumah korban adalah Marhum, yang diketahui merupakan tetangga korban sendiri.
"Korban sempat memanggil (karena) dikira anak korban. Ternyata yang masuk adalah saudara MARHUM yang merupakan tetangga korban," ucapnya.
(*/tribun-medan.com).