Pekanbaru, Riau (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau kembali naik tipis sebesar Rp23,35 per kilogram atau 0,60 persen dari periode sebelumnya, sehingga menjadi Rp3.936,63 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja mengatakan kenaikan harga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi.

Ketentuan ini berlaku selama satu minggu ke depan, yaitu periode 5-11 Agustus 2026.

"Kenaikan harga TBS kali ini terutama didorong oleh meningkatnya harga inti sawit (kernel), meskipun harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mengalami sedikit penurunan dibandingkan pekan lalu," katanya di Pekanbaru, Riau, Selasa.

Ia mengatakan harga CPO turun sebesar Rp17,48 per kg menjadi Rp15.777,52 per kg dibandingkan minggu lalu.

Sementara itu, harga kernel melonjak sebesar Rp544,98 per kg menjadi Rp15.528,00 per kg minggu ini.

Hal yang sama juga terjadi pada petani plasma, harga pembelian dalam satu minggu ke depan juga naik tipis sebesar Rp 26,56 per kg atau mencapai 0,67 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp 4.011,82 per kg.

Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga naik sebesar Rp 38,45 per kg menjadi Rp 15.779,33 per kg.

Sementara itu, harga kernel untuk TBS petani plasma juga naik sebesar Rp 391,60 menjadi Rp 15.138,00 per kg.

Dafris mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan peraturan dan adil bagi kedua belah pihak.

"Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.