Pembangunan Pasar Ngawen Blora Molor, Pedagang Kecewa Harus Lebih Lama Berdagang di Tepi Jalan
rika irawati August 04, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Pedagang Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kecewa lantaran pembangunan pasar molor dari jadwal.

Keterlambatan tersebut membuat mereka harus lebih lama berjualan di lokasi relokasi dengan kondisi kurang nyaman.

Pasar Ngawen Blora dibangun ulang setelah ludes terbakar pada 9 Januari 2024 lalu.

Pascakejadian, pedagang direlokasi ke lahan sebelah utara Pasar Ngawen.

Para pedagang mendirikan lapak di pinggir jalan dengan kondisi yang kurang nyaman.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen Ahmad Soleh mengatakan, informasi yang dia terima, keterlambatan pembangunan Pasar Ngawen dipicu keterlambatan pasokan material bangunan serta melonjaknya harga sejumlah bahan bangunan.

Baca juga: Truk dan Pikap Terlibat Kecelakaan di Jalan Blora Cepu Satu Orang Tewas

Semula, pembangunan pasar ditargetkan rampung pada 14 Juli 2026. 

"Sebenarnya itu merugikan pedagang. Akhirnya, pedagang masih harus berpanas-panasan berjualan di tempat relokasi di pinggir jalan," katanya, Selasa (4/8/2026).

Meski kecewa, Ahmad Soleh menyebut, para pedagang berharap, proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai tambahan waktu yang diberikan.

"Ya sedikit kecewa. Tapi saya berdoa semoga saja bisa selesai sesuai tambahan waktu."

"Untuk perkembangan terakhir, saya memang belum memantau lagi, tapi mudah-mudahan segera jadi," harapnya.

Di sisi lain, Ahmad Soleh tetap mengapresiasi pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Blora yang telah merealisasikan pembangunan kembali Pasar Ngawen pascakebakaran.

Menurutnya, tidak semua daerah yang mengalami musibah serupa langsung mendapatkan pembangunan kembali pasar.

"Pedagang juga mengucapkan terima kasih atas jerih payah pemerintah pusat dan Pemkab Blora yang sudah membangun Pasar Ngawen. Pasar Ngawen ini termasuk prioritas. Di daerah lain ada yang pasarnya terbakar, tetapi sampai sekarang belum dibangun," tuturnya.

Dia berharap, pembangunan dapat segera rampung sehingga pedagang dapat kembali menempati kios dan los yang baru serta menjalankan aktivitas perdagangan dengan lebih nyaman.

Bupati Arief Berharap Tak Molor Lagi

Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman mengecek langsung progres pembangunan kembali Pasar Ngawen, Kamis (30/8/2026).

Hasilnya, proyek fisik yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum itu telah menyentuh angka 82,72 persen.

Baca juga: Banyak Embung di Blora Mulai Mengering dan Kondisinya Kritis

Arief berharap, pembangunan Pasar Ngawen rampung sesuai target 13 Agustus mendatang.

"Jadi, berdasarkan informasi dari kementerian, memang sempat ada revisi adendum perjanjian yang semula selesai 13 Juli, menjadi 13 Agustus."

"Nah, kita berharap, ini tidak molor biar tidak ada denda dan bisa tepat waktu."

"Kita inginnya 17 Agustus nanti salah satunya bisa kita rayakan di sini (Pasar Ngawen)," terangnya.

Sementara itu, Tribunjateng.com, berupaya menghubungi PPK Proyek Pembangunan Pasar Ngawen, Fahrizal Patriaman, terkait molornya pembangunan Pasar Ngawen. 

Meskipun molor, pihak kontraktor belum dikenakan denda. Kontraktor masih diberikan tambahan waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan proyek Pasar Ngawen.

Sebagai informasi, proyek pembangunan Pasar Ngawen itu dikerjakan oleh PT Joglo Multi Ayu dengan nilai kontrak sebesar Rp30 miliar, dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender atau 8 bulan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.