TRIBUNNEWS.COM - Jonathan Ezekiel, siswa SMA Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten, berhasil meraih medali emas pada ajang The 37th International Biology Olympiad (IBO) yang digelar pada 12–19 Juli 2026 di Vilnius, Lithuania.
Kompetisi bergengsi tersebut mempertemukan 302 ilmuwan muda dari 78 negara, termasuk Indonesia. Prestasi Jonathan menambah catatan gemilang Indonesia di ajang olimpiade sains internasional tahun ini.
Pada IBO 2026, Tim Olimpiade Biologi Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Medali emas diraih Jonathan Ezekiel dari SMA Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten.
Dua medali perak dipersembahkan Derickson Lie dari SMAS Mondial Batam dan Talita Alya Nabilah dari MAN 2 Kota Malang.
Sementara itu, medali perunggu diraih Sabrina Yeira Arisandra dari SMA Negeri 3 Malang.
Baca juga: 6 Siswa Terbaik Indonesia Siap Guncang Olimpiade Biologi di Rusia
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
“Medali emas pada IBO merupakan medali emas kedua yang berhasil diraih Indonesia pada olimpiade sains internasional tahun ini setelah International Physics Olympiad (IPhO). Selamat kepada para peserta, semoga prestasi ini menginspirasi talenta muda Indonesia lainnya," ujar Irene di laman Kemendikdasmen seperti dilihat pada Selasa (4/8/2026).
Sementara itu, Team Leader International Biology Olympiad Indonesia, Agus Dana Permana, menilai hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras peserta, pembina, dan dukungan berbagai pihak.
Menurut Agus, pembinaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan siswa menghadapi kompetisi internasional.
“Kami bersyukur tahun ini Indonesia kembali meraih medali emas. Ini menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia apabila didukung pembinaan yang berkelanjutan," ujar Agus.
Ia menambahkan, IBO 2026 diikuti oleh 78 negara dengan masing-masing negara mengirimkan maksimal empat peserta. Pengalaman bertanding di tingkat internasional, menurutnya, menjadi bekal penting bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus memperluas jejaring global.
Jonathan menceritakan ketertarikannya terhadap ilmu biologi sudah muncul sejak sekolah dasar dan semakin ditekuni ketika memasuki jenjang SMA.
“Menurut saya, salah satu topik yang paling menarik dan fundamental dalam biologi adalah evolusi. Biologi adalah studi mengenai kehidupan dan sebagian besar kompleksitas dalam kehidupan pada dasarnya datang dari keragaman bentuk kehidupan yang ada di dunia ini. Keberagaman tidak lepas dari proses evolusi yang mendasarinya.” tutur Jonathan.
Ia juga menjelaskan tantangan soal-soal yang dihadapi dalam IBO 2026.
“Soal-soal yang diujikan dalam IBO terbagi menjadi ujian praktikum dan ujian teori. Ujian praktikum sendiri terbagi menjadi 4 topik, yaitu biologi molekuler dan biokimia, biokomputasi tumbuhan, fisiologi hewan, serta anatomi & morfologi hewan. Kemudian, untuk ujian teori terdiri dari dua sesi yang masing-masing berlangsung selama 3 jam.” jelas Jonathan.
Selama mengerjakan soal, Jonathan mengaku sempat menghadapi sejumlah kesulitan teknis.
“Selama pengerjaan, saya menemui beberapa detail teknis maupun soal yang sempat membuat saya kesulitan. Namun, tak mau menyerah di tengah jalan, saya berserah dan berdoa kepada Tuhan agar diberikan kekuatan serta dimampukan dalam mengatasi hambatan yang saya temui.” ungkap Jonathan.
Selain tantangan akademik, Jonathan mengaku mendapatkan pengalaman berharga karena dapat bertemu dengan ilmuwan muda dari berbagai negara.
“Suasana kompetisi yang saya rasakan sangat unik dan sulit dilupakan. Tidak hanya kesan kompetitif yang saya dapatkan dari peserta lainnya, namun juga rasa solidaritas dan kekeluargaan karena kita semua menekuni bidang yang sama.” ujar Jonathan.
Di tengah kesibukan belajar dan persiapan kompetisi, ia tetap menyempatkan diri menjalankan hobinya seperti bermain bulu tangkis, bermain musik, dan video game.
IBO 2026 merupakan kompetisi internasional pertama bagi Jonathan. Ia merasa bangga dapat mewakili Indonesia bersama tiga rekannya yang tergabung dalam Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI).
“Untuk dapat mengikuti IBO 2026, saya memulai rangkaian persiapan sejak kelas 10. Saya dilatih oleh guru-guru terbaik di sekolah dan kakak tingkat yang berpengalaman mengikuti kompetisi. Secara individu, saya mengambil inisiatif untuk mengikuti pelatihan dan try out dari berbagai lembaga penyelenggara.” ujar Jonathan.
Sebelumnya, Jonathan meraih medali emas OSN 2025 bidang Biologi.
Dari ajang tersebut, sebanyak 30 peraih medali OSN mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang diselenggarakan oleh Puspresnas.
Setelah melewati tiga tahapan pelatihan dan seleksi, terpilih empat siswa terbaik Indonesia, termasuk Jonathan, untuk menjalani pelatihan akhir sebelum berangkat ke Lithuania.
Baca juga: Pelajar SMA Persembahkan Medali untuk Indonesia pada Olimpiade Kimia di Swiss
Jonathan mengaku masih ingin terus belajar dan mengembangkan kemampuannya di bidang biologi. Ia menargetkan dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ternama di Singapura dengan mengambil jurusan ilmu biologi.
Di akhir ceritanya, Jonathan berpesan kepada generasi muda Indonesia agar berani menekuni bidang yang disukai dan terus bekerja keras.
“Bakat dan anugerah Tuhan adalah permulaan, iman dan kerja keras adalah jalan seterusnya.” ucapnya sarat makna.