BOLASPORT.COM - Di tengah gemuruh 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno, satu nama baru mencuri perhatian, yakni Kinara Abbabiel Leninda Fandi Komara.
Atlet berusia 18 tahun asal Bogor, Jawa Barat, itu meraih medali perak nomor individual poomsae putri (under 30) pada turnamen internasional pertamanya di kelas senior.
Jalannya ke final jauh dari mulus.
Masuk tanpa status unggulan, atlet kelahiran 2008 ini terus melaju sejak menumbangkan unggulan asal Nepal di babak pembuka, lalu menyingkirkan wakil Hong Kong untuk memastikan tiket ke partai puncak.
Dalam partai final yang diselenggarakan pada Senin (3/8/2026), dia takluk dari atlet unggulan Hong Kong yang jauh lebih senior dan kenyang pengalaman sirkuit internasional.
Namun, hasil itu tetap terasa seperti kemenangan bagi atlet yang baru meninggalkan kelas junior.
Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 diikuti atlet-atlet elite Asia, termasuk dari Korea Selatan, Hong Kong, Filipina, dan India.
Meraih podium di kejuaraan berlevel G-2 World Taekwondo di bawah naungan Asian Taekwondo Union (ATU) memberi poin peringkat internasional yang berharga bagi karier Kinara.
Selain itu, bagi poomsae Indonesia, kemunculan Kinara menambah amunisi untuk regenerasi cabang yang punya sejarah manis.
Sebagai informasi, poomsae telah menyumbangkan prestasi tinggi Merah Putih berupa keping emas melalui Defia Rosmaniar ketika Asian Games 2018.
Kini, Defia tengah menyiapkan barisan menuju Asian Games 2026 serta agenda internasional berikutnya.
Kinara sendiri dibina di Indonesia Poomsae Center (IPC) Bogor, salah satu simpul pembinaan poomsae usia muda di Jawa Barat.
Sebagai informasi, poomsae dalam taekwondo adalah rangkaian teknik gerakan dasar bertahan dan menyerang yang dilakukan dalam pola tertentu untuk melawan lawan imajiner.
Komponen utama dalam poomsae adalah kuda-kuda (seogi), tangkisan (makki), pukulan (jireugi), dan tendangan (chagi).
Setiap gerakan dari poomsae ini memiliki filosofi dan melatih keselarasan antara pikiran, napas, serta kontrol tubuh.
Selain itu, poomsae juga menjadi syarat mutlak dalam ujian kenaikan sabuk.