- Seorang pedagang cakwe menjadi korban pemalakan oleh pria bersenjata tajam di Jalan Jenderal Ahmad Yani, RT 02/RW 05, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.
Dalam aksinya, pelaku memaksa korban menyerahkan lima bungkus cakwe dan menggasak uang Rp5 ribu hasil dagangan korban pada Jumat (24/7/2026) pukul 12.28 WIB.
Korban, Anang Hermawan (50), mengatakan kejadian bermula saat dirinya sedang beristirahat di tepi Jalan Jenderal Ahmad Yani, dekat Sekretariat RW 05. Tiba-tiba, pelaku menghampirinya.
"Saya kira awalnya datang mau beli. Datang langsung ngomong, 'Bungkusin cakwe sama bantal,' begitu. Nadanya tinggi, kayak marah," kata Anang di Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2026).
Meski Anang tidak melawan maupun menegur pelaku, pria tersebut terus menghardik dan memerintah korban dengan nada tinggi agar segera menyiapkan pesanannya.
Namun, setelah seluruh pesanan disiapkan, pelaku justru memaksa korban menyerahkan uang hasil dagangannya dengan alasan untuk membeli rokok.
Pelaku bahkan membuka paksa laci tempat Anang menyimpan uang sambil mengancam agar korban tidak melawan.
"Pas saya kasih cakwenya, dia malah bilang, 'Uangnya dong buat beli rokok.' Dia buka laci, di situ cuma ada Rp5 ribu. Sempat dua kali mau memukul, tapi bisa saya tangkis," ujarnya.
Anang mengaku sempat berteriak meminta pertolongan. Namun, saat kejadian tidak ada warga di sekitar lokasi yang mendengar ataupun bisa membantunya.
Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau lipat dan menodongkannya ke arah perut korban sambil mengancam agar tidak melakukan perlawanan.
Karena takut, Anang akhirnya merelakan pelaku membawa lima bungkus cakwe dan uang Rp5 ribu hasil dagangannya.
"Saya sempat bilang, 'Astagfirullahalazim, Bang, saya belum dapat duit, baru dapat segini.' Tapi dia bilang, 'Goceng saja, goceng buat rokok.' Ya sudah saya kasih saja," tuturnya.
Usai kejadian, Anang memilih tetap berjualan dan tidak melaporkan peristiwa tersebut kepada pengurus lingkungan maupun Polsek Pulogadung.
Kasus itu baru terungkap setelah pengurus RT 02/RW 05 Pisangan Timur yang sedang memantau rekaman CCTV melihat aksi pemalakan tersebut.
Ketua RW 05 Pisangan Timur, Imam Jufardi, mengatakan pihaknya kemudian meminta keterangan kepada korban berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh.
Setelah mengantongi informasi dan rekaman CCTV, pengurus RW bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) langsung melakukan penelusuran.
"Dari situ kami tidak menunggu lama. Langsung bergerak semua, berpencar. Tapi sampai satu jam kami cari, pelakunya belum ketemu," ujar Imam.
Tak lama kemudian, seorang warga melihat pelaku sedang duduk di trotoar Jalan Jenderal Ahmad Yani. Informasi itu langsung ditindaklanjuti oleh pengurus RW, FKDM, dan LMK.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan beserta barang bukti berupa sebilah pisau lipat yang digunakan untuk menodong korban. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Mapolsek Pulogadung.
Saat dimintai keterangan oleh pengurus lingkungan, pelaku mengakui telah melakukan pemalakan terhadap korban menggunakan senjata tajam.
"Pas ditangkap sama sekali enggak melawan, kayak orang yang pasrah. Pas diamankan ada pisaunya, ketemu. Setelah kami bawa ke kelurahan, langsung kami serahkan ke petugas," ujar Imam.(*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Jakarta
Editor: Akmal Khoirul Habib