TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemerintah sedang melakukan investigasi penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang yang menimpa 707 siswa.
Sejumlah sampel makanan telah diteliti oleh petugas.
Hasil penelitian itu bakal terbit setidaknya dua Minggu mendatang.
Baca juga: Kepala SPPG di Jateng Dicopot, KPPG Semarang Bantah Ada Kaitan SPPG Suspend
"Hasil laboratorium belum keluar. Hasil laboratorium tes itu biasanya keluar hasilnya paling lama 2 Minggu," ujar Kepala Subbagian (Kasubag) Tata Usaha KPPG Semarang, Bagus Anindito, Selasa (5/8/2026) petang.
Menurut Bagus, menu yang sedang diobservasi lebih lanjut oleh petugas adalah daging ayam yang bentukannya kurang matang.
Adapula menu lain yang sudah berubah warna dan rasa.
Namun, ia enggan mendetailkan menu makanan tersebut.
"Dugaan awal dari menu itu, daging ayam kurang matang dan menu sudah berubah warna dan rasa," bebernya.
Dari kasus ini, Bagus menyebut, tidak ada status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diterbitkan oleh pemerintah kota Semarang.
Artinya, biaya pengobatan para korban nantinya akan ditanggung oleh BGN.
Akan tetapi, cover biaya pengobatan itu hanya untuk korban yang belum memiliki jaminan BPJS kesehatan.
"Nanti kepala SPPG akan mendata biayanya habis berapa, nanti bisa dikirimkan ke BGN," terangnya.
Dari hasil pendataan, sebanyak 707 orang mengalami gejala keracunan meliputi 693 siswa dan 14 guru.
Mereka alami muntah dan diare selepas menyantap menu MBG.
Ratusan korban itu telah mendapatkan penanganan medis di lokasi.
Baca juga: Perketat Pengawasan Dapur MBG, KPPG Larang Penggunaan Gas Elpiji Subsidi dan Minyakita
Sisanya, sembilan orang sempat dirujuk ke rumah sakit untuk observasi.
Hingga Senin (3/8/2026), masih ada enam pelajar perempuan yang masih dirawat.
Lalu, pada Selasa (4/8/2026), semua siswa sudah pulang dari rumah sakit. (Iwn)