TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai mengalihkan fokus penanganan banjir dari evakuasi menuju pemulihan.
Mayoritas warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing, sehingga pemerintah mempercepat pembersihan permukiman dan penyaluran bantuan.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat mengunjungi warga terdampak banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026).
"Hari ini camat-camat sudah memiliki data banjir. Saya sudah perintahkan untuk melihat sejauh mana masyarakat masih bertahan di tempat evakuasi. Memang masih ada beberapa titik, tetapi mayoritas masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Fadly.
Menurutnya, setelah banjir surut, prioritas pemerintah adalah membantu warga membersihkan rumah agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Baca juga: Banjir Padang Mulai Surut, Warga Harus Waspada Ancaman Hujan Ekstrem Masih Mengintai
Ia mengatakan seluruh perangkat daerah terkait telah diperintahkan turun ke lapangan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membantu proses pembersihan di kawasan terdampak.
"Kita perintahkan membantu pembersihan rumah warga. Kemudian bantuan langsung tunai juga akan segera dicairkan sesuai hasil pendataan agar dapat meringankan beban masyarakat terdampak," ujarnya.
Selain bantuan tunai, Pemko Padang juga menyalurkan kebutuhan dasar berupa makanan, minuman, selimut, pakaian, serta perlengkapan kebersihan seperti sekop dan gerobak.
"Tidak cukup hanya membersihkan rumah. Kebutuhan masyarakat seperti makan, minum, selimut, pakaian hingga peralatan kebersihan juga kita penuhi," katanya.
Fadly menambahkan, titik-titik pengungsian masih tetap dipantau hingga seluruh warga dipastikan memperoleh pelayanan yang memadai.
Baca juga: Daftar Pemain Semen Padang FC yang Dibawa Pemusatan Latihan di Yogyakarta
Sementara itu, data kerusakan dan jumlah warga terdampak masih terus difinalisasi. Pendataan dilakukan hingga tingkat alamat penerima sebagai dasar penyaluran bantuan langsung tunai.
"Untuk daerah yang terdampak berat, bantuan akan diberikan berdasarkan pendataan per alamat. Sementara rumah yang mengalami kerusakan ringan maupun hanya sempat tergenang masih kita finalisasi hari ini," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Fadly juga memastikan pemerintah tetap mempercepat penanganan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat, termasuk dengan mengerahkan alat berat untuk memperbaiki tanggul yang jebol di kawasan Lapau Munggu.
Ia berharap seluruh proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal setelah banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski banjir di sebagian besar wilayah Kota Padang telah surut.
Menurutnya, curah hujan yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir merupakan anomali dan bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir besar yang terjadi pada November lalu.
Hal itu disampaikan Fadly saat meninjau warga terdampak banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi sejumlah kepala OPD dan melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang diterjang banjir.
"Secara umum banjir sudah surut sejak tadi malam. Namun anomali hujan seperti ini perlu kita waspadai. Intensitas hujan kali ini, kalau dihitung per jam, bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir November lalu," kata Fadly.
Baca juga: Alat Berat Segera Meluncur Perbaiki Tanggul Jebol Lapau Munggu Padang Cegah Banjir Susulan
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas ekstrem tersebut menjadi peringatan bahwa bencana serupa dapat kembali terjadi sewaktu-waktu.
Karena itu, selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana.
"Siapa sangka di tengah kewaspadaan kita terhadap El Nino, justru terjadi hujan terbesar dalam mungkin lima tahun terakhir. Karena itu awareness masyarakat juga sangat penting menghadapi kondisi yang di luar dugaan seperti ini," ujarnya.
Fadly mengatakan, banjir paling parah di Kota Padang terjadi di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo dan sebagian Lubuk Begalung.
Sementara Kelurahan Dadok Tunggul Hitam menjadi kawasan dengan genangan terdalam.
"Di Dadok tadi malam memang cukup mencekam. Air mencapai sekitar setengah dada orang dewasa. Kawasan itu memang menjadi salah satu prioritas penanganan," katanya.
Baca juga: Daftar Pemain Semen Padang FC yang Dibawa Pemusatan Latihan di Yogyakarta
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir kali ini. Mayoritas warga yang sebelumnya mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.
"Pemerintah tetap memastikan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi, mulai dari makanan, minuman hingga bantuan logistik," ujarnya.
Fadly menambahkan, Pemko Padang kini tengah memfinalisasi data kerusakan dan jumlah warga terdampak. Pendataan tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan langsung tunai kepada warga yang mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Selain itu, pemerintah juga mengerahkan personel untuk membantu membersihkan rumah warga, sekolah, serta fasilitas umum yang terdampak. Di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan berat, alat berat juga disiapkan untuk mempercepat proses penanganan.
"Hari ini saya minta seluruh data sudah selesai. Yang paling penting saat ini masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan, bantuan, dan penanganan secepat mungkin," kata Fadly. (*)