Laporan Reporter Tribunjabar.id, Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Wali Kota Cimahi Ngatiyana akan meninjau langsung PT Namnam Fashion Industries yang melakukan PHK massal. Pabrik garmen yang terletak di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi itu disebut terpaksa melakukan PHK karena perusahaan terus merugi.
"Nanti saya akan berkunjung langsung ke PT itu bagaimana terhadap masyarakat kita yang di-PHK," kata Ngatiyana saat ditemui di Kantor BKPSDM Jawa Barat, Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026).
Ngatiyana belum mendapatkan laporan rinci terkait PHK massal di PT Namnam Fashion Industries.
Yang pasti, Pemkot Cimahi akan berupaya agar warga Cimahi yang terdampak PHK memperoleh hak dan tidak mengalami kerugian.
"Kami akan berupaya bagi mereka yang di-PHK tidak dirugikan," ujarnya.
Sebelumnya, salah satu pabrik garmen di Kota Cimahi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan.
Video yang merekam momen perpisahan para karyawan dengan sesama rekan kerja di pabrik tersebut kemudian viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan momen emosional seorang pekerja wanita berhijab abu-abu yang menangis sesenggukan sambil memeluk erat rekan kerjanya yang mengenakan hijab krem.
Raut wajahnya menunjukkan kesedihan mendalam dan rasa haru saat momen perpisahan.
Video juga memperlihatkan area dalam pabrik/tempat kerja yang diisi oleh rombongan pekerja (didominasi wanita).
Mereka tampak saling berpelukan, berpamitan, dan berkerumun di lorong area kerja dengan latar belakang lampu neon plafon khas gedung pabrik.
Momen tersebut merekam hari terakhir para pekerja berkumpul sebelum perusahaan menghentikan operasional garmennya akibat penurunan order secara beruntun sejak 2019.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi mengonfirmasi adanya PHK di pabrik garmen bernama PT Namnam Fashion Industries yang terletak di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
"Menurut informasi di lapangan memang ada PHK totalnya itu 178 orang," kata Kepala Disnaker Kota Cimahi Asep Jayadi saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Perusahaan yang terus merugi diduga menjadi penyebab utama terjadinya PHK massal di PT Namnam Fashion Industries.
"Katanya ada efisiensi kerugian, mereka udah enggak kuat memproduksi garmen, rencana mau berubah jenis usaha juga. Kami sekarang mau melakukan penelusuran dulu untuk kepastiannya," tuturnya.
Terpisah, Ketua DPC SPSI Kota Cimahi Pepet Saeful Karim mengatakan PT Namnam Fashion Industries tak lagi mampu bertahan seiring terus menurunnya pesanan.
Penurunan pesanan telah terjadi sejak 2019 saat pandemi Covid-19 mulai melanda.
"Betul telah terjadi PHK atau efisiensi pengurangan karyawan dikarenakan order PT Namnam terus berkurang dari tahun 2019. Puncaknya di tahun ini 2026 order drop khususnya di sektor garmen," kata Pepet.