Waspada! Ini Sederet Jenis Kanker yang Mulai Banyak Ditemukan di Usia Muda
GH News August 04, 2026 06:10 PM
Jakarta -

Anggapan bahwa kanker hanya mengintai kelompok lansia kini perlahan bergeser. Laporan medis di berbagai negara, termasuk Singapura, menunjukkan lonjakan kasus kanker pada dewasa muda berusia 20-an, 30-an, hingga awal 40-an.

Fenomena munculnya kasus kanker sebelum usia 50 tahun atau early-onset cancer ini menjadi perhatian serius para ahli. Terutama terkait jenis-jenis kanker tertentu yang trennya merangkak naik secara signifikan.

Deretan Kanker yang Makin Sering Terdeteksi pada Usia Muda

Data global mencatat beberapa jenis kanker yang kini makin sering diidap oleh kelompok usia produktif, antara lain:

  • Kanker kolorektal (usus besar): Menjadi salah satu jenis kanker yang mengalami peningkatan paling mencolok pada pasien muda.
  • Kanker payudara: Kasusnya terus naik pada wanita usia muda, sering kali dikaitkan dengan faktor genetik serta perubahan pola reproduksi, seperti menunda kehamilan atau durasi menyusui yang lebih singkat.
  • Kanker darah (hematologi): Beberapa varian kanker darah juga mencatatkan peningkatan tren diagnosis di rentang usia di bawah 50 tahun.

Meski begitu, tidak semua jenis kanker mengalami peningkatan. Berkat program pencegahan, beberapa jenis kanker justru berhasil ditekan. Contohnya kanker serviks yang turun berkat vaksinasi HPV, kanker hati yang ditekan oleh vaksinasi Hepatitis B, serta penurunan kanker akibat kebiasaan merokok pada kelompok tertentu.

Alasan Beberapa Jenis Kanker Bisa Melonjak di Usia Muda

Para peneliti menyoroti bahwa tren ini dipicu oleh gabungan banyak faktor atau multifaktorial. Gaya hidup modern dituding menjadi salah satu pemicu utamanya, seperti:

  • Tingginya angka obesitas dan pola hidup kurang gerak atau sedentary.
  • Pola makan tinggi makanan olahan (ultra-processed food).
  • Stres kronis, kualitas tidur yang buruk, hingga gangguan bakteri usus atau mikrobioma.
  • Paparan polutan, mikroplastik, dan bahan kimia pengganggu endokrin sejak usia dini.

Selain faktor lingkungan dan gaya hidup, faktor keturunan atau genetik juga memegang porsi sangat besar pada pasien muda. Mutasi gen seperti BRCA1/2, pemicu kanker payudara dan ovarium, serta Sindrom Lynch yang menjadi pemicu kanker kolorektal jauh lebih sering teridentifikasi pada pasien di usia produktif.

"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kanker usia muda adalah penyakit yang secara mendasar berbeda. Namun, yang jauh lebih jelas adalah tingginya kemungkinan faktor predisposisi kanker keturunan pada pasien muda," ungkap laporan tersebut, dikutip dari The Straits Times.

Tantangan Beda: Ancaman Kesuburan dan Masa Depan

Terdiagnosa kanker di usia 20-40 tahun membawa dampak yang sangat berbeda dibanding pada lansia. Sebab, kanker datang di saat mereka sedang membangun karier, menata pendidikan, hingga merencanakan keluarga.

Salah satu dampak paling krusial adalah ancaman terhadap kesuburan (fertilitas). Efek kemoterapi, radioterapi, maupun tindakan operasi bisa memengaruhi kemampuan memiliki keturunan secara permanen. Oleh karena itu, prosedur preservasi kesuburan seperti pembekuan sel telur (egg freezing) atau sperma kini menjadi prioritas pembahasan sebelum terapi dimulai.

Selain itu, penyintas muda yang berhasil sembuh di usia 28 tahun memiliki potensi hidup 40-50 tahun ke depan. Hal ini membuat pendekatan medis modern di Singapura kini tidak hanya berfokus pada kesembuhan dari sel kanker, melainkan juga menjaga fungsi organ tubuh, kesehatan mental, serta kualitas hidup jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.