TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Pembangunan jembatan gantung menghubungkan Dusun Pattuku dan Dusun Lemo, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Bone, terus dikebut.
Satgas TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone mulai mengerjakan plesteran pondasi untuk memperkuat konstruksi jembatan.
TMMD adalah singkatan dari TNI Manunggal Membangun Desa.
Program ini dulu dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD)
Pekerjaan dipimpin Kapten Inf. Eko S yang juga menjabat Danramil 1407-09/Lappariaja.
Sejak pagi, personel Satgas bersama warga tampak bergotong royong menyelesaikan pekerjaan.
Setiap proses pengerjaan dilakukan dengan teliti agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Kapten Inf. Eko S mengatakan seluruh proses dikerjakan secara teliti agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik, aman digunakan, serta memiliki daya tahan dalam jangka panjang.
"Kami berharap pekerjaan ini selesai sesuai target sehingga jembatan dapat segera dimanfaatkan warga," ujarnya.
Kehadirannya jembatan gantung ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga memudahkan akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi.
Program TMMD ke-129 menjadi wujud kolaborasi TNI bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Bontocani.
Warga Desa Pattuku, Rahim, mengaku senang melihat progres pembangunan yang terus berjalan.
Menurutnya, jembatan gantung tersebut telah lama dinantikan karena akan mempermudah akses masyarakat menuju Dusun Lemo.
"Alhamdulillah, setiap hari kami melihat pekerjaan terus berlanjut. Jembatan ini sudah lama dinantikan masyarakat karena akan mempermudah akses menuju Dusun Lemo. Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD yang bekerja tanpa kenal lelah," katanya.