Kesaksian Korban Kebakaran di Tumpang Talu Kandangan HSS: Dinding Rumah Terasa Panas dan Menyetrum
Irfani Rahman August 04, 2026 08:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Saat kejadian kebakaran di Tumpang Talu, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), salah seorang korban yang rumahnya ikut terdampak kebakaran membeberkan ketika api muncul.

Yohanes, bertempat tinggal (sewa) tepat bersebelahan dari rumah kosong terbakar Selasa (4/8/2026), sekitar pukul 00.42 Wita tersebut.

Saat kejadian, ia sudah terlelap di kamar bersama dengan istri. Namun, ia sekeluarga terkejut ketika mendengar suara leduman sebanyak dua kali dari rumah kosong di sebelah.

“Saat itu terlihat cahaya dan hawa panas yang masuk ke arah kamar. Pertama istri terbangun kemudian membangunkan ke saya lagi. Setelah melihat api, kami panik dan langsung keluar dari rumah sambil mendorong sepeda motor,” katanya.

Disebutkan Yohanes, yang merupakan pedagang mainan, api terlihat dari bagian atas rumah. Usai keluar rumah, ia bersama warga dan BPK yang sudah ada datang ikut melakukan pemadaman api.

Baca juga: Kebakaran di Tumpang Talu Kandangan HSS, Api Diduga Berasal dari Rumah Kosong

Baca juga: Antrean Truk Biosolar Masih Mengular di SPBU Bitahan Tapin, Sopir Truk Pilih Inapkan Kendaraan 

Diakuinya, ia tidak banyak mengeluarkan barang-barang dari rumah, lantaran ketika memegang dinding rumah terasa panas dan ada aliran listrik kecil terasa.

Dari bagian depan sampai dapur rumah, papan rumah tidak bisa disentuh lantaran ada aliran listrik kecil yang bila tersentuh merasakan setruman kejut kecil.

“Waktu itu mau membuka jendela belakang, saat ingin naik dan memegang malah tersetrum. Dinding rumah juga terasa, bahkan ada banyak relawan BPK ikut merasakannya ketika memegang. Makanya saya hanya bisa pasrah dengan barang-barang dagangan yang berada di bagian belakang rumah,” jelasnya.

Yohanes tidak ingat secara pasti apakah saat itu aliran listrik sudah padam karena tengah panik. Namun, setelah aliran listrik dicabut dari KWH baru mulai aman, itu pun ketika api sudah mulai besar.

Akibat kejadian tersebut, rumah yang Yohanes sewa hampir satu tahun  mengalami dampak kebakaran di bagian atap di area dapur. Barang-barang jualan terbakar habis, serta beberapa pakaian dan perabotan lainnya basah.

Sejak malam hingga siang tadi, Yohanes belum sempat tidur lagi lantaran sibuk melakukan pembersihan di rumah bersama keluarga sambil melakukan pengecekan aliran listrik.

Kini, ia terpaksa istirahat terlebih dahulu untuk berdagang lantaran peralatan rusak dan barang jual habis terbakar.

Pasca kejadian, dari petugas Damkar HSS, Kelurahan Kandangan Kota, Dinas Sosial berdatangan ke tempatnya untuk melakukan pendataan dan menyerahkan bantuan tanggap darurat.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.