Disentil Dedi Mulyadi Soal Begal Dan OKT, Wali Kota Cimahi Siapkan Langkah Penindakan
Muhamad Syarif Abdussalam August 04, 2026 06:11 PM

Laporan Reporter Tribunjabar.id, Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Wali Kota Cimahi Ngatiyana membenarkan adanya atensi langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait peredaran Narkotika dan Obat Keras Tertentu (OKT).

Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa KDM meminta Ngatiyana untuk melakukan upaya tegas dan masif dalam pemberantasan peredaran Narkotika dan OKT di Kota Cimahi.

"Termasuk peredaran narkotika, obat-obat keras yang ada di pos-pos Cimahi, supaya segera diselesaikan, karena itu memicu kekerasan," kata Ngatiyana di Kantor BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026).

Ngatiyana mengungkapkan, KDM lebih menitikberatkan adanya langkah lebih tegas terhadap upaya pemberantasan kejahatan jalanan seperti begal.

KDM meminta Ngatiyana agar mengoptimalkan satgas yang telah dibentuk di Kota Cimahi sebagai upaya untuk menekan terjadinya aksi kejahatan jalanan.

"Itu penekanan dari beliau galakkan satgas premanisme, ambil tindakan keras bagi siapapun yang melakukan begal. Nanti kami kembali rapatkan dengan Forkopimda agar segera mengambil langkah tegas terhadap hal yang membuat resah Kota Cimahi," ungkapnya.

Ngatiyana mengonfirmasi adanya sentilan KDM terhadap dirinya yang memiliki latar belakang TNI. Tak hanya sebagai pribadi, menurutnya, KDM juga menyinggung soal status Cimahi yang dikenal sebagai Kota Militer namun masih marak adanya aksi kejahatan jalanan.

"Selesaikan dan tertibkan, malu bahwa Cimahi Kota Tentara (Militer) tapi masih ada begal dan kekerasan, itu teguran bagi Kota Cimahi," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.