TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran mengungkapkan tiga kecamatan menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu disampaikannya saat meninjau warga terdampak banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026).
Menurut Fadly, dari hasil pendataan sementara, wilayah yang mengalami dampak terberat adalah Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Sementara Kecamatan Lubuk Begalung juga terdampak, namun tidak separah tiga kecamatan tersebut.
"Yang parah itu ada empat kecamatan di Kota Padang. Paling parah adalah Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo, dan sedikit Lubuk Begalung. Tetapi yang terdampak paling berat memang Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo," katanya.
Baca juga: Sekda Medison Lepas Utusan Dharmasraya ke MTQ KORPRI Nasional 2026, Targetkan Juara di Sulsel
Ia menjelaskan, banjir kali ini didominasi luapan air tanpa membawa material lumpur seperti yang pernah terjadi pada bencana sebelumnya.
"Banjir kali ini banyak tidak bermuatan lumpur. Air hanya masuk ke permukiman. Yang paling berat terdampak adalah rumah-rumah yang berada di sepanjang bantaran sungai, sedangkan di titik lain umumnya hanya mengalami genangan," ujarnya.
Fadly mengatakan, salah satu kawasan yang mengalami dampak cukup berat ialah Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji. Lokasi tersebut berada di jalur aliran deras Sungai Batang Kuranji sehingga menerima hantaman arus yang cukup kuat.
Di kawasan itu, sekitar 70 kepala keluarga terdampak banjir. Pemerintah Kota Padang telah menyalurkan bantuan logistik serta mengerahkan personel untuk membantu membersihkan rumah warga dan fasilitas umum.
Selain itu, alat berat juga akan diterjunkan untuk memperbaiki dinding penahan sungai yang jebol agar risiko banjir susulan dapat diminimalkan.
Baca juga: BPBD Padang Catat 23 Titik Banjir di 9 Kecamatan, Paling Terdampak Wilayah Koto Tangah
Fadly menambahkan, secara keseluruhan terdapat sekitar 15 titik banjir di Kota Padang. Meski sebagian besar genangan telah surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing, pemerintah masih memfinalisasi data jumlah warga terdampak dan tingkat kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat banjir yang melanda Kota Padang. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama masa pemulihan.
Pemko Padang menargetkan pendataan kerusakan akibat banjir rampung pada Selasa (4/8/2026).
Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga yang terdampak.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan dirinya telah menginstruksikan seluruh camat untuk mempercepat finalisasi data, terutama di wilayah yang mengalami dampak paling berat.
"Hari ini saya sudah meminta data selesai. Daerah-daerah yang terdampak berat akan kita bantu dengan bantuan langsung tunai. Penyalurannya harus berdasarkan alamat penerima atau by name by address sehingga tepat sasaran," kata Fadly saat mengunjungi warga RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026).
Menurut Fadly, hingga kini pendataan masih terus dilakukan karena tidak semua rumah mengalami tingkat kerusakan yang sama.
Baca juga: Banjir di Padang Dipicu Luapan Air Hulu, Pemko Minta Percepat Perbaikan Sungai dan Tanggul
Ada rumah yang mengalami kerusakan berat, ada pula yang hanya tergenang air.
"Rumah yang rusak ringan maupun yang hanya sempat kemasukan air masih kita finalisasi hari ini. Yang penting kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak tetap terpenuhi," ujarnya.
Selain menyiapkan bantuan tunai, Pemko Padang juga memastikan bantuan logistik terus disalurkan kepada warga.
Makanan, minuman, selimut, pakaian, hingga perlengkapan kebersihan telah didistribusikan ke sejumlah titik terdampak.
Fadly menyebut sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Baca juga: Mayoritas Pengungsi Banjir Padang Pulang, Pemko Siap Salurkan Bantuan Tunai
Karena itu, pemerintah menurutnya mulai memfokuskan penanganan pada proses pemulihan lingkungan dan pembersihan rumah warga.
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga telah diterjunkan untuk membantu membersihkan kawasan yang terdampak banjir. Sementara di lokasi yang mengalami kerusakan cukup berat, alat berat disiapkan untuk mempercepat proses perbaikan.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 15 titik banjir di Kota Padang. Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
Meski demikian, Fadly memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut. Pemerintah juga terus memantau kondisi warga hingga seluruh proses pemulihan selesai.
Baca juga: Trauma Banjir Belum Hilang, Warga Lapau Munggu Kembali Mengungsi Saat Hujan Guyur Kuranji
Wali Kota Padang Fadly Amran mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski banjir di sebagian besar wilayah Kota Padang telah surut.
Menurutnya, curah hujan yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir merupakan anomali dan bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir besar yang terjadi pada November lalu.
Hal itu disampaikan Fadly saat meninjau warga terdampak banjir di RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi sejumlah kepala OPD dan melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang diterjang banjir.
"Secara umum banjir sudah surut sejak tadi malam. Namun anomali hujan seperti ini perlu kita waspadai. Intensitas hujan kali ini, kalau dihitung per jam, bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir November lalu," kata Fadly.
Baca juga: Alat Berat Segera Meluncur Perbaiki Tanggul Jebol Lapau Munggu Padang Cegah Banjir Susulan
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas ekstrem tersebut menjadi peringatan bahwa bencana serupa dapat kembali terjadi sewaktu-waktu.
Karena itu, selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana.
"Siapa sangka di tengah kewaspadaan kita terhadap El Nino, justru terjadi hujan terbesar dalam mungkin lima tahun terakhir. Karena itu awareness masyarakat juga sangat penting menghadapi kondisi yang di luar dugaan seperti ini," ujarnya.
Fadly mengatakan, banjir paling parah di Kota Padang terjadi di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo dan sebagian Lubuk Begalung.
Sementara Kelurahan Dadok Tunggul Hitam menjadi kawasan dengan genangan terdalam.
"Di Dadok tadi malam memang cukup mencekam. Air mencapai sekitar setengah dada orang dewasa. Kawasan itu memang menjadi salah satu prioritas penanganan," katanya.
Baca juga: Daftar Pemain Semen Padang FC yang Dibawa Pemusatan Latihan di Yogyakarta
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir kali ini. Mayoritas warga yang sebelumnya mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.
"Pemerintah tetap memastikan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi, mulai dari makanan, minuman hingga bantuan logistik," ujarnya.
Fadly menambahkan, Pemko Padang kini tengah memfinalisasi data kerusakan dan jumlah warga terdampak. Pendataan tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan langsung tunai kepada warga yang mengalami kerusakan berat akibat banjir.
Selain itu, pemerintah juga mengerahkan personel untuk membantu membersihkan rumah warga, sekolah, serta fasilitas umum yang terdampak. Di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan berat, alat berat juga disiapkan untuk mempercepat proses penanganan.
"Hari ini saya minta seluruh data sudah selesai. Yang paling penting saat ini masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan, bantuan, dan penanganan secepat mungkin," kata Fadly. (*)