Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria diduga ODGJ di dalam siring atau parit di pinggir Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Pekon Suka Bandung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Polsek Talang Padang Evakuasi Jasad Pria di Siring Jalinbar Tanggamus, Diduga ODGJ
Hasil pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi mengungkap korban diduga terjatuh ke dalam parit sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid mengatakan, korban diketahui bernama Poniman (55), warga RT 001/RW 005, Dusun Sidomulyo Timur, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV sebuah bengkel yang mengarah ke Jalan Lintas Barat, korban terlihat sempat duduk di tepi siring sebelum insiden terjadi.
"Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV sebuah bengkel yang mengarah ke Jalan Lintas Barat, korban terlihat duduk di pinggir siring dan sekitar pukul 10.17 WIB terlihat terjatuh ke dalam siring," jelas Harunur, Selasa (4/8/2026).
Kapolsek menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 12.00 WIB.
Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB korban sempat terlihat duduk di dekat siring sambil bersandar di gerbang besi dan memegang botol air mineral.
Saat itu korban tampak menundukkan kepala sembari memegangi kepalanya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, dua pelajar yang melintas juga masih melihat korban berdiri di tepi siring.
Dua jam kemudian, warga mendapati korban sudah tergeletak di dalam parit sedalam sekitar setengah meter yang tergenang air dan diduga telah meninggal dunia.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Talang Padang.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya sandal, karung plastik, topi, botol air mineral, celana panjang hitam yang telah sobek-sobek, plastik sisa makanan, dan bekas popok sekali pakai. Korban juga diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Hasil pemeriksaan dokter jaga UPT Puskesmas Talang Padang, dr. Kasinem, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Luka yang ditemukan hanya berupa lecet pada siku kiri dan kaki kiri yang diduga terjadi akibat terjatuh.
"Visum luar di RSUD Batin Mangunang Kotaagung juga menyimpulkan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam siring dengan posisi wajah tertutup air dan lumpur," ungkap Harunur.
Berdasarkan keterangan keluarga, Poniman telah mengalami gangguan kejiwaan selama sekitar 25 tahun.
Adik kandung korban, Pardiyono, juga menyebut korban kerap mengalami kejang yang diduga akibat epilepsi serta sering meninggalkan rumah tanpa berpamitan.
Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan kepolisian dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses visum luar selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)