Tribunlampung.co.id, Metro - Naiknya sejumlah kebutuhan pokok di Kota Metro membuat pedagang serba salah.
Baca Juga: Empat Komoditas Pangan Naik di Metro, Harga Cabai Hijau Tembus Rp38 Ribu per Kilogram
Diketahui dalam sepekan terakhir, sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik, dengan lonjakan paling tajam terjadi pada komoditas cabai hijau yang melesat hingga 52 persen.\
Heri, seorang pedagang bumbu dapur kaki lima di Pasar Induk Kota Metro mengatakan, sejak Senin (3/8/2026) empat komoditas utama mengalami kenaikan yakni cabai hijau, cabai merah, bawang putih, dan telur ayam ras.
"Cabai hijau naik dari Rp25.000 menjadi Rp38.000 per kilogram (naik Rp13.000), cabai merah naik dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kg, bawang putih terkatut naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kg, dan telur ayam ras naik tipis dari Rp27.000 menjadi Rp28.000 per kg," ujar Heri, Selasa (4/8/2026).
Menurut Heri, kenaikan harga komoditas ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil di Pulau Jawa.
"Kenaikannya bertahap dalam beberapa hari terakhir. Informasi dari distributor, pasokan dari Jawa memang lagi merosot, jadi modal kami belanja di tingkat pemasok otomatis ikut naik," ungkap Heri.
Heri menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai hijau dan bawang putih adalah yang paling terasa dampaknya bagi para pelanggan harian.
"Cabai hijau ini naik paling drastis, dari Rp25 ribu sekarang sudah tembus Rp38 ribu per kilo. Bawang putih juga naik jadi Rp40 ribu. Kenaikan ini bikin serba salah, kita jual mahal dikomplain, jual murah modalnya tidak menutup," terangnya.
Sebagai pedagang kecil, Heri mengaku langsung merasakan perubahan pola belanja masyarakat, baik ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Menurutnya, mayoritas pelanggan kini memilih mengurangi jumlah belanjaan agar anggaran harian mereka tidak membengkak.
"Banyak pembeli yang biasanya beli setengah kilo cabai, sekarang cuma beli seperempat atau bahkan ketengan Rp5.000," paparnya.
"Katanya uang belanjaannya tidak cukup kalau beli sama seperti minggu lalu. Banyak juga langganan warung makan yang menyiasati porsi resepnya," tutur Heri.
Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat segera turun tangan untuk menstabilkan pasokan dan harga di pasaran, mengingat bahan-bahan seperti cabai dan bawang merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
"Harapannya pasokan dari daerah pemasok cepat lancar lagi. Kalau harga terus naik, kami pedagang kaki lima makin sepi pembeli dan omzet ikut turun," pungkasnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)