TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kenaikan suhu udara yang terpengaruh karena cuaca panas imbas fenomena El Nino di Indonesia akan berlangsung hingga awal 2027.
Kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan akan mengalami hujan yang lebih lambat akibat kondisi tersebut.
"Karena El Nino ini menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, musim hujan datangnya lebih lambat, dan curah hujannya menurun, serta suhu udara meningkat. Untuk suhu udara meningkat, ini masih akan terjadi di tahun 2027," kata Faisal saat menghadiri diskusi Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat di Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Fenomena itu bisa terjadi karena panjangnya fenomena El Nino yang menyebabkan bumi lamban dalam merespon perubahan suhu yang menjadi lebih dingin.
"Suhu udaranya masih akan meningkat, karena bumi merespon dengan lebih lama kondisi El Nino ini meresponnya, tahun depan kita merasa udara panas lagi biasanya," ucap dia.
Faisal meminta kepada seluruh stakeholder menyiapkan langkah mitigasi seperti menjaga ketahanan pangan.
Sebab menurut dia, nantinya secara tidak langsung akan menciptakan ganguan terhadap produksi dan kalender tanam di sektor pertanian dan perkebunan.
"Untuk sektor pangan, risikonya penurunan produksi dan penurunan kalender tanam," ucap dia.
Pasokan air yang dibutuhkan untuk pertanian juga akan berkurang. Beberapa waduk yang menjadi andalan penyimpan air saat musim kemarau akan lebih kering tahun ini karena El Nino.
Baca juga: BMKG: El Nino di Indonesia Sudah Masuki Fase Kuat, Wilayah Selatan Jadi Sangat Kering
"Untuk sektor sumber daya air, ketersediaan air baku menurun, kapasitas waduk berkurang, dan jaringan dirigasi bergantung," ucapnya. BMKG telah melakukan beragam upaya termasuk modifikasi cuaca.
Salah satu targetnya kata dia, agar setidaknya 240 bendungan di kawasan terdampak kekeringan akan kembali terisi air, sehingga bisa menyuplai pasokan air untuk kebutuhan panen hingga PLTA.
Baca juga: BMKG Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Kekeringan Imbas El Nino Berkepanjangan
"Ini kita juga, saat ini sedang melakukan operasi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk-waduk di pulau Jawa. Koordinasi antara kedeputian modifikasi cuaca kita, ini pak Deputi pak doktor Seto, yang sudah langsung berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air untuk mengisi 240 bendungan di Indonesia bukan semuanya tapi yang mengalami kekeringan yang parah ya," tukas dia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok cadangan beras pemerintah aman menghadapi musim kekeringan dan fenomena El Nino.
Amran optimistis Indonesia mampu mengatasi kondisi tersebut karena stok CBP yang meningkat pesat. "Dulu pada saat terjadi El Nino, kita ada stok (cadangan) beras nasional sekitar 1,5 juta ton. Sekarang (CBP kita) ada sekitar 5,2 juta ton," kata Amran, Kamis (23/7/2026).
Menurut Amran, capaian terhadap CBP secara nasional itu bisa terlaksana karena pemerintah berkaca pada kondisi El Nino di tahun 2015, 2023 dan 2024 lalu.
Adapun dalam catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok CBP puncak El Nino di 2023 lalu, tepatnya di awal September 2023, berada di angka 1,52 juta ton.
Dalam kondisi tersebut, Indonesia bisa melewati masa sulit tersebut. Dengan makin bertambahnya stok beras yang dimiliki pemerintah tahun ini ketahanan pangan Indonesia jadi lebih kuat.