Budi Waseso Ziarah ke Makam Bung Karno Jelang HUT ke-65 Pramuka, Begini Pesannya
faridmukarrom August 04, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026), menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pramuka.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus dan sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa para tokoh bangsa yang berperan dalam lahir dan berkembangnya Gerakan Pramuka di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Budi Waseso didampingi Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, serta anggota Pramuka dari wilayah Blitar Raya.

Ziarah Jadi Rangkaian HUT ke-65 Pramuka
Budi Waseso mengatakan ziarah ke Makam Bung Karno merupakan salah satu agenda penting menjelang pelaksanaan HUT ke-65 Pramuka.

Selain itu, Kwarnas Gerakan Pramuka juga tengah mempersiapkan penyelenggaraan Jambore Nasional ke-12 yang akan digelar di Cibubur, Jakarta, pada 13 Agustus 2026.

Ajang nasional tersebut dijadwalkan diikuti sekitar 24.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

"Dari rangkaian itu, kami hari ini melaksanakan ziarah ke Makam Bung Karno," katanya.

Bung Karno Disebut Pendiri Gerakan Pramuka
Menurut Budi Waseso, Bung Karno tidak hanya dikenal sebagai Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya Gerakan Pramuka.

Ia menyebut Bung Karno sebagai pendiri Gerakan Pramuka yang resmi berdiri pada 14 Agustus 1961.

Karena itu, ziarah ke Makam Bung Karno menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusinya terhadap pembinaan generasi muda Indonesia.

Baca juga: Mas Dhito Minta Camat di Kabupaten Kediri Aktif Awasi Data Desil Warga

Selain ke Blitar, Kwarnas juga berencana melaksanakan ziarah ke sejumlah tokoh penting lainnya yang memiliki peran besar dalam perkembangan Pramuka Indonesia.

Di antaranya makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, serta makam Presiden kedua RI Soeharto dan Ibu Tien Soeharto.

Ajarkan Generasi Muda Mengenal Sejarah
Budi Waseso menegaskan bahwa kegiatan ziarah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi anggota Pramuka.

Menurutnya, generasi muda harus memahami sejarah dan mengenal para tokoh yang berperan dalam perjalanan bangsa maupun perkembangan Gerakan Pramuka.

"Ziarah ini untuk mengajarkan kepada generasi muda agar tidak lupa sejarah. Siapa pendiri Pramuka, yaitu Bung Karno, siapa bapak Pramuka, yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan siapa yang membesarkan Pramuka, yaitu Pak Suharto dan Bu Tien Suharto," ujarnya.

Ia menambahkan, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Gerakan Pramuka mendapatkan dukungan besar, salah satunya melalui penyediaan Bumi Perkemahan Cibubur yang hingga kini menjadi pusat berbagai kegiatan kepramukaan nasional.

Pramuka Diharapkan Lahirkan Generasi Pemimpin Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Budi Waseso berharap Gerakan Pramuka terus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, integritas, disiplin, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ia optimistis anggota Pramuka akan menjadi generasi penerus yang mampu mengisi kemerdekaan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

"Generasi muda yang memahami dan menyadari pendidikan sebagai manusia Pancasila yang lengkap hanya di Pramuka. Generasi Pramuka adalah cikal bakal yang mengisi dan memimpin Indonesia lebih baik," katanya.

(Samsul Hadi/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.