Pulang Kampung, Pater Markus Solo Kewuta, SVD Pimpin Ekaristi dan Rayakan HUT ke-58 Bersama Umat
Nofri Fuka August 04, 2026 06:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Suasana penuh sukacita menyelimuti Gereja Santo Petrus Lewouran, Flores Timur, Selasa (4/8/2026). Pater Markus Solo Kewuta, SVD, kembali ke kampung halamannya dan memimpin perayaan Ekaristi bersama ratusan umat Katolik se-Paroki Lewotobi.

Perayaan tersebut menjadi momen istimewa bagi Pater Markus setelah perjalanan pelayanannya di tingkat internasional. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, bersama umat yang memenuhi gereja.

Dalam homilinya, Pater Markus mengajak umat untuk terus menghadirkan kebaikan, sukacita, dan kekudusan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan agar setiap perkataan dan tindakan yang keluar dari diri umat selalu membawa pesan damai serta menjadi berkat bagi sesama.

 

Baca juga: Pater Markus Solo Kewuta SVD Pulang Kampung ke Lewouran, Disambut Meriah Umat Katolik Flores Timur

 

 

"Semoga apa yang diwartakan selalu dengan kekudusan dan sukacita. Hendaklah yang keluar dari mulut kita itu hal-hal yang baik, sukacita, dan kekudusan," ujar Pater Markus.

Kerinduan Pulang ke Kampung Halaman

Pater Markus mengungkapkan, kepulangan ke Lewouran selalu membawa kerinduan yang mendalam. Setelah menghadiri Kongres ke-11 World Union of Jesuit Alumni (WUJA) 2026 di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, ia mendapat izin dari pimpinan di Vatikan untuk kembali ke Flores Timur.

Menurutnya, kampung halaman selalu menjadi tempat yang memberi kekuatan dan inspirasi dalam perjalanan pelayanan.

"Setiap hari saya ingin berada di kampung ini, memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat serta para pemimpin desa," katanya.

Usai perayaan Ekaristi, Pater Markus bersama umat menggelar syukuran sederhana untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke-58 di Kampung Lewouran.

Diakui Punya Peran Diplomasi Keagamaan

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Pater Markus yang tidak hanya dikenal sebagai seorang imam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi lintas agama di dunia.

"Pater tidak saja dikenal sebagai imam, tetapi juga memiliki peran diplomatik dalam membangun jembatan komunikasi antarumat beragama di seluruh dunia," ujar Ignasius.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran dan berbagai atraksi yang dipersembahkan para pelajar di Kampung Lewouran.

Selama berada di Flores Timur, Pater Markus dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan bersama umat, mulai dari memimpin misa syukur, bertemu keluarga, mengunjungi sekolah dan asrama yang berada dalam pendampingannya, hingga menghadiri penyerahan dua relikwi Santo Petrus dari Vatikan kepada Gereja Stasi Santo Petrus Lewouran.

Bawa Relikwi St Petrus Ke Lewouran

Bertahun-tahun menjalankan misi pelayanan di Vatikan, Roma, Pater Markus Solo Kewuta, SVD akhirnya kembali ke kampung halamannya di Desa Persiapan Lewouran, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 3 Agustus 2026.

Pater Markus Solo Kewuta SVD membawa Relikwi (Peninggalan Kudus) Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan ke Kampung Lewouran, kehadirannya disambut umat Paroki St, Yosep Lewotobi pada umumnya dan Umat stasi St Petrus Lewouran di pintu masuk Desa Persiapan Lewouran. 

Umat Katolik kemudian berlutut di tengah jalan  untuk menyambut kehadiran Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan berupa segumpal tanah dari Makam Santo Petrus dan pecahan batu dari Pintu Suci Basilika Santo Petrus Vatikan. 

Umat bersyukur kepada Tuhan, sang Penyelenggara sehingga Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan tiba di Kampung Lewouran melalui tangan terurap Pater Markus Solo Kwuta, SVD. 

Kehadiran Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan ini kemudian disambut dengan tata cara tradisi kampung Lewouran melalui sapaan adat dan ritus-ritus lewotanah Lewouran.

Dalam sambutannya, Pater Markus Solo Kewuta, SVD, mengatakan mempunyai kerinduan untuk kembali kampung dan membawa sesuatu yang belum ada sebelumnya dan harus memiliki sebuah makna yang luar biasa. 

Dikatakannya, Setelah berkonsultasi dengan seorang Kardinal di Basilika Santo Petrus, Ia lalu menulis sebuah surat resmi, setelah itu, Ia lalu dihubungi oleh Vatikan bahwa akan diserahkan dua jenis Relikwi (Peninggalan Kudus) berupa sebuah pecahan batu dari pintu kudus dari Basilika Santo Petrus Vatikan. 

Lalu Relikwi (Peninggalan Kudus) yang kedua, Segumpal tanah dari kubur Santo Petrus yang diambil dari kuburnya di Basilika Santo Petrus Vatikan. 

Relikwi (Peninggalan Kudus) yang dibawa Pater Markus Solo Kewuta, SVD ke kampung Lewouran merupakan Relikwi tingkat tiga

Sebuah pecahan batu dari pintu kudus dari Basilika Santo Petrus Vatikan dan segumpal tanah dari kubur Santo Petrus yang dibawa ke kampung Lewouran ini sebagai bentuk keterikatan Vatikan dan Lewouran. 

"Saya tahu persis bahwa, 25 tahun yang lalu, membangun dan memberkati Gereja Santo Petrus Lewouran, saya memikirkan, kalau kembali ke kampung, saya sebaiknya membawa sesuatu yang belum ada sebelumnya, harus memiliki sebuah makna yang luar biasa, sehingga saya bawa 2 jenis Relikwi, Ini belum pernah ada di Indonesia,ini hanya ada di Indonesia, "Jelasnya.

Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan ini kemudian diarak umat menuju kediaman Pater Markus Solo Kewuta, SVD, selanjutnya akan di taktakan di dalam Gereja Stasi Santo Petrus Lewouran. (awk) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.