Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat memperkuat pelacakan tuberkulosis (TB) secara terintegrasi di 578 titik di 44 kelurahan sebagai upaya memutus rantai penularan penyakit.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin menginstruksikan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk menggerakkan kader Dasawisma, RT/RW, jumantik, serta unsur masyarakat lainnya untuk mendukung pelaksanaan pelacakan agar target pemeriksaan dapat tercapai.

"Saya meminta lurah bersama kader mendampingi tim Sudin Kesehatan saat melakukan pelacakan TB terintegrasi di lapangan," kata Arifin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Pelacakan TB dilaksanakan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai Agustus hingga Oktober 2026 dengan menargetkan pemeriksaan terhadap 57.800 warga atau sekitar 100 orang di setiap titik.

Menurut dia, keterlibatan pemerintah wilayah dan kader di tingkat masyarakat diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pencegahan dan penanganan TB sekaligus mempermudah petugas kesehatan menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.

Pendampingan tersebut juga akan mempercepat penanganan medis apabila ditemukan kasus TB di tengah masyarakat. "Tim kesehatan juga bisa secara cepat dan tepat melakukan penanganan medis jika menemukan kasus TB," ujar Arifin.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Ilmi Tri Indiarto mengimbau masyarakat tidak khawatir mengikuti pelacakan karena TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan.

"Kami juga akan melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TB untuk menemukan kasus serupa sehingga dapat segera dilakukan pengobatan," katanya.

Ilmi menjelaskan pelacakan kontak erat menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian TB karena memungkinkan penemuan kasus lebih dini sebelum penularan meluas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sejak Januari hingga 31 Juli 2026 tercatat 3.174 kasus TB di Jakarta Pusat yang tersebar di 44 kelurahan.

Adapun seluruh pasien tersebut telah menjalani pengobatan sesuai prosedur yang ditetapkan.