SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Wajah Pasar 16 Ilir, salah satu ikon perdagangan sekaligus kawasan bersejarah di Kota Palembang, akan ditata ulang menjadi pusat perdagangan terbesar dan destinasi wisata baru di Sumatera Selatan.
Penataan dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Pasar 16 Ilir yang saat ini dinilai sudah termakan usia, kurang representatif, serta masih menghadapi persoalan kebersihan dan pengelolaan kawasan.
Pengelola kawasan, PT Bima Citra Realty (BCR), menyatakan telah memiliki dasar hukum dalam pengelolaan kawasan, yakni Akta Kerja Sama Operasi Nomor 11 Tahun 2023 serta Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 714 Tahun 2024 atas nama PT BCR.
Direktur Utama PT BCR, Ahmad Marzuki, mengatakan keberhasilan revitalisasi Pasar 16 Ilir tidak dapat dilakukan hanya oleh pengelola, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama pemerintah, masyarakat, dan para pemilik kios.
"Kami mengajak seluruh pemilik kios untuk bersama membangun budaya pelayanan yang baik, menjaga kebersihan, menghadirkan produk berkualitas, serta menciptakan suasana pasar yang aman, nyaman, dan membanggakan," ujar Ahmad Marzuki di ruang kerjanya kepada Sripoku.com, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mengembalikan Pasar 16 Ilir sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
"Jika kita bergerak bersama, saya yakin Pasar 16 Ilir akan kembali menjadi pusat ekonomi yang hidup, menjadi destinasi wisata unggulan, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Palembang," katanya.
PT BCR juga berkomitmen melakukan pengembangan kawasan melalui peningkatan fasilitas, memperkuat promosi, menghadirkan berbagai kegiatan, serta menjalin sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui penataan tersebut, Pasar 16 Ilir diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan modern, tetapi juga mampu mempertahankan nilai sejarah yang dimiliki sebagai salah satu kawasan perdagangan tertua di Palembang.
"Semoga Pasar 16 Ilir menjadi bukti bahwa warisan sejarah dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi, pusat kebudayaan, dan tujuan wisata yang membanggakan Sumatera Selatan," tutup Ahmad Marzuki.