TRIBUNJAKARTA.COM - Persib Bandung berhasil menaklukkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Laga bertajuk El Clasico Indonesia itu tak hanya menyajikan tiga gol, tetapi juga dipenuhi momen-momen menarik yang menjadi penentu jalannya pertandingan.
Mulai dari keputusan VAR yang memicu penalti, debut pemain anyar Persib, hingga penampilan Witan Sulaeman yang terus mengancam pertahanan Maung Bandung. Berikut lima fakta menarik dari pertandingan tersebut.
Momen penting terjadi pada menit ke-23 ketika Dennis Collinger dianggap melakukan handball di kotak penalti saat mencoba menghalau umpan Persib.
Wasit Yudai Yamamoto sempat meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) sebelum akhirnya menunjuk titik putih.
Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan karena Balsa Sekulic sukses mengonversinya menjadi gol kedua Persib pada menit ke-28.
Meski Persija tampil disiplin dan cukup rapat saat menghadapi serangan terbuka Persib, Maung Bandung justru memanfaatkan dua situasi bola mati untuk mencetak gol.
Gol pertama lahir melalui sundulan Uilliam Barros usai menerima sepak pojok Luka Menalo. Sementara gol kedua berasal dari eksekusi penalti Balsa Sekulic.
Efektivitas memanfaatkan momen menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat tersebut.
Di balik kekalahan Persija, Witan Sulaeman tampil sebagai salah satu pemain paling aktif.
Beberapa kali ia merepotkan lini belakang Persib melalui akselerasi dan umpan-umpan matang.
Witan juga menjadi kreator peluang bagi Gustavo Almeida dan Arlyansyah Abdulmanan.
Sayangnya, sejumlah peluang Persija gagal berbuah gol.
Bahkan, dua peluang emas sempat membentur tiang gawang sehingga Macan Kemayoran harus puas hanya mencetak satu gol melalui Kwon Chang-hoon.
Salah satu momen yang paling dinantikan Bobotoh akhirnya terjadi pada menit ke-88.
Pemain anyar Persib, Peralta, menjalani debutnya dengan menggantikan Uilliam Barros.
Meski hanya bermain beberapa menit, Peralta langsung menunjukkan kepercayaan diri dengan berani menggiring bola dan mencoba membuka ruang di pertahanan Persija.
Aksi-aksinya langsung menjadi perhatian pendukung Persib yang menantikan kontribusinya pada musim baru.
Memasuki babak kedua, Persija tampil jauh lebih agresif dibandingkan babak pertama.
Masuknya Kyohei Yoshino membuat Luka Menalo tak lagi leluasa bergerak, sementara Pratama Arhan beberapa kali mengancam lewat lemparan jauh khasnya.
Gol Kwon Chang-hoon pada menit ke-85 sempat membangkitkan harapan Persija untuk menyamakan kedudukan.
Namun, lini belakang Persib yang dikomandoi Gabriel Mutombo mampu bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan 2-1 memastikan Persib melangkah ke partai final Piala Presiden 2026 sekaligus menjaga asa meraih gelar pramusim.