BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Terdzolimi (Almaster) Bangka Belitung (Babel) menggelar demo di Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (4/8/2026).
Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutannya kepada para anggota DPRD, mulai kondisi pertimahan hingga perekonomian masyarakat yang dinilai semakin sulit.
Selain itu, massa juga mengkritisi keberadaan Satgas Trisakti, terutama terkait tugas dan kewenangannya.
Para pendemo meminta adanya keadilan dalam tata kelola pertambangan. Termasuk menyoroti kesenjangan harga pembelian timah antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
Usai melakukan orasi, massa kemudian bertemu langsung dengan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya.
Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Babel Eddy Iskandar, Asintel Satlap Tricakti Kolonel Inf Rudi Firmansyah, perwakilan PT Timah, Kejati Babel, Polda Babel, instansi terkait lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, massa menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi atas apa yang mereka rasakan.
"Jadi telah disampaikan dalam rapat dengar pendapat. Bahwa ada beberapa hal yang telah kita bahas bersama. Kami memprotes terkait kehadiran, Satgas Trisakti yang kami anggap telah melampau kewenanganya dalam melaksankan tugas," kata M Zen, Ketua, Aliansi Masyarakat Terdzolimi (Almaster) Bangka Belitung (Babel) kepada wartawan, Selasa (4/8/2026) di DPRD Babel.
Dia mengatakan, Satgas Trisakti bakal melakukan evaluasi sejumlah kritikan yang disampaikan oleh masyarakat.
"Komandan Satgas Trisakti pun mengakui, jika ada anggota mereka yang dianggap melanggar SOP, maka mereka akan melakukan tindakan. Mengambil sikap mungkin akan diberikan sanksi," katanya.
Ia mengatakan sudah 23 anggota Satgas yang sudah mereka tarik. Karena dianggap melakukan pelanggaran.
"Maka kehadiran kita wajib untuk menyampaikan, kepada Satgas Trisakti, yang mana kehadiran mereka hendaknya mengedepankan sosial mayarakat, sehingga kehadrian mereka dapat di terima di masyarakat Babel," katanya.
Dia mengharapkan, keberadaan Satgas Trisaksi jangan sampai meresahkan masyarakat.
"Karena tindakan tindakan mereka sudah di luar prosedur. Alhamdulilah sudah kita sampaikan, mereka akan berbenah," terangnya.
Ia menambahkan bahwa mereka juga berencana untuk menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Bangka dalam waktu dekat.
Mereka akan mempertanyakan penyelesaian permasalahan plasma perusahaan sawit, PT GML dengan masyarakat.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan massa yang hadir menyampaikan beberapa poin aspirasi.
"Dengan kedatangan Almaster ini ada beberapa poin, mereka ingin mengkroscek langsung timah-timah yang diamankan satgas. Semenjak bulan september 2025 sampai bulan ini. Kalau tidak salah total pasir yang diamnkan 321 ton pasir, untuk baloknya sekitar 140 ton, posisinya diamankan di gudang PT Timah," kata Didit
"Alhamdulilah pihak Satgas Trisakti, koordinasi dengan PT Timah, dan pihak Kejati Babel untuk mengecek langsung ada tidak barangnya," katanya.
Tuntutan massa tersebut telah diterima DPRD Babel dan akan segera diselesaikan. DPRD berencana untuk melakukan pertemuan dengan instansi terkait lainnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)