TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang mengaku, belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait sembilan kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) yang dicopot BGN.
Lembaga yang mengurus Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, sebelumnya telah mencopot 137 kepala SPPG di seluruh Indonesia, termasuk sembilan dari Jawa Tengah.
"Iya, kami belum mendapatkan datanya, kami sedang mengkonfirmasi ke Biro SDM BGN (Biro Sumber Daya Manusia Badan Gizi Nasional)," ujar Kepala Subbagian (Kasubag) Tata Usaha KPPG Semarang, Bagus Anindito saat dihubungi Tribun, Selasa (4/8/2026).
Bagus bahkan belum berani memberikan informasi soal kepala SPPG Karangturi masuk dalam daftar sembilan orang yang dicopot.
Baca juga: 2.585 Calon Mahasiswa Jalur Mandiri Unsoed Ikuti Registrasi Fisik dan Verifikasi Berkas
Baca juga: Telkom University Purwokerto Edukasi Daur Ulang Tutup Botol Plastik Lewat Workshop Kreatif
Ia berdalih, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari BGN Pusat.
"Ya kami masih menunggu surat resminya dari BGN mana saja yang kena copot," terangnya.
6 SPPG Jateng Kena Suspend
Bagus mengungkap, ada sebanyak enam SPPG di Jateng terkena suspend atau penghentian kegiatan atau penutupan operasional.
Deretan SPPG itu tersebar di dua titik di kota Semarang, sisanya di Kabupaten Semarang, Grobogan, Kabupaten Pekalongan.
SPPG yang dipaksa berhenti beroperasional itu karena telah ditemukan permasalahan Infrastruktur bangunan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Namun, Bagus menilai, deretan SPPG yang kena suspend tersebut belum tentu masuk daftar sembilan kepala SPPG yang kena copot.
"Sepertinya tidak berkaitan, karnaa SPPG yang kena suspend sebelum kejadian yang sekarang," bebernya.
Nasib Sembilan Kepala SPPG
Ia menyebut, para kepala SPPG yang dicopot merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selepas adanya pencopotan ini, pihaknya perlu mendapatkan surat resmi dari BGN karena berkaitan dengan status mereka.
"Mereka ini bagian dari BGN, entah nanti di tempatkan di mana tergantung keputusan dari sana," ujarnya.
Dari kasus ini, ia meminta kepala SPPG di Jateng bekerja lebih serius.
Sebab, pergantian kepala BGN berdampak pula pada kinerja SPPG yang harus lebih cepat dan tegas.
Jumlah SPPG di Jateng sendiri di bawah kewenangan KPPG Semarang sebanyak 2.400 SPPG.
"Pak Sudaryono kan kerjanya tegas dan cepat dalam, jadi kepala SPPG juga harus menyesuaikan," ungkapnya.
Sementara, Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng, Urip Sihabudin belum merespon konfirmasi Tribun berkaitan dengan polemik pencopotan sembilan kepala SPPG di wilayahnya.
Lalu Sumatera Selatan 6 orang dan sembilan provinsi lainnya dengan total 16 orang.
Sementara di Jawa Tengah ada 9 Kepala SPPG yang dicopot BGN. Lima diantaranya, adalah dapur yang diduga menyebabkan kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang. (Iwn).