Kemensos Turunkan Alat Berat Normalisasi Sungai Pasca Banjir Padang di Lapau Munggu
Rahmadi August 04, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Satu unit alat berat mulai membersihkan material bebatuan yang terbawa saat banjir ke permukiman masyarakat di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (4/8/2026).

Alat berat tampak datang ke lokasi bencana sekira pukul 16.55 WIB. Di lokasi, operator alat berat langsung membersihkan material yang menerjang permukiman masyarakat.

Tampak masyarakat sangat ramai menyaksikan proses pengerjaan menggunakan alat berat tersebut.

Alat berat itu bertuliskan #Kemensos selalu ada, di bagian belakangnya. 

Bebatuan yang ikut terbawa saat banjir, dirapikan. Namun hingga pukul 17.08 WIB, alat tampak berhenti sejenak.

Baca juga: Banjir Lapau Munggu Padang Surut, Anak-anak Berenang di Aliran Sungai yang Masuk ke Permukiman

Di sisi lain, air sungai masih mengalir usai membentuk aliran baru pada Senin (3/8/2026) kemarin.

Aliran baru inilah yang memicu banjir dan menggenangi permukiman masyarakat di Lapau Munggu.

Setidaknya, sebanyak 35 kartu keluarga (KK) terdampak akibat banjir Senin kemarin.

Hingga pukul 17.10 WIB, alat berat kembali bekerja dan menuju arah sungai, tepatnya ke arah aliran baru tercipta.

Beberapa masyarakat juga mengiringi alat berat ke lokasi aliran baru terjadi di Lapau Munggu.

Baca juga: Banjir Padang, Dua SMP Terparah Dibersihkan Usai Terendam, Pemko Pastikan Belajar Mulai Besok

Anak-anak Berenang di Aliran Banjir

Pasca banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, banyak anak-anak bermain air yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Guo.

Untuk diketahui, banjir terjadi di daerah ini pada Senin (3/8/2026) kemarin, akibat hujan lebat sejak pagi hingga malam.

Total, terdapat sebanyak 35 kartu keluarga yang terdampak banjir pada Senin kemarin.

Alhasil, sungai membentuk aliran baru dan memicu banjir hingga menggenang ke permukiman masyarakat dan jalan.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 16.28 WIB, tampak aliran air sungai yang baru masih mengalir di badan jalan.

Baca juga: Sekda Medison Lepas Utusan Dharmasraya ke MTQ KORPRI Nasional 2026, Targetkan Juara di Sulsel

Anak-anak tampak memanfaatkan aliran air ini untuk berenang. Namun, orang tua mereka tetap mengawasi.

Tampak wajah bahagia dari wajah mereka saat bermain main, meski di saat bencana yang melanda daerahnya.

Aliran air tampak normal dan tidak berarus kuat, sehingga anak-anak dapat bermain air sepuasnya.

Masyarakat dari daerah lain juga tampak melihat kondisi Lapau Munggu pasca banjir. Mereka melihat dari atas motor hingga menemui korban bencana.

Di sisi lain, relawan juga datang ke lokasi untuk memberikan bantuan makanan kepada masyarakat terdapat.

Salah satu masyarakat, Bayu Wardana, mengatakan bahwa  banjir mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin (3/8/2026).

Baca juga: Pemko Padang Rampungkan Data Korban Banjir Padang Hari Ini, BLT Segera Cair Ke Warga Terdampak

Kata dia, air dengan debit tinggi datang dari arah perbukitan dan menghantam tanggul darurat yang sebelumnya telah diperbaiki.

Menurutnya, aliran sungai yang seharusnya berbelok justru melurus akibat derasnya arus. Kondisi itu membuat tanggul sementara yang hanya dibuat menggunakan karung berisi pasir tidak mampu menahan tekanan air.

"Air itu turun dari atas bukit. Karena debitnya tinggi, tanggul sementara yang dibuat dari karung pasir jebol lagi. Air akhirnya mengarah ke sawah lalu masuk ke permukiman warga," ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.