TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir Lapau Munggu Padang meninggalkan aliran sungai baru yang menerobos badan jalan dan permukiman warga Kuranji, Kota Padang.
Sejumlah anak memanfaatkan genangan jernih tersebut untuk berenang dengan pengawasan orang tua pasca banjir surut.
Untuk diketahui, banjir terjadi di daerah ini pada Senin (3/8/2026) kemarin, akibat hujan lebat sejak pagi hingga malam.
Total, terdapat sebanyak 35 kartu keluarga yang terdampak banjir pada Senin kemarin.
Alhasil, sungai membentuk aliran baru dan memicu banjir hingga menggenang ke permukiman masyarakat dan jalan.
Baca juga: Banjir Padang, Dua SMP Terparah Dibersihkan Usai Terendam, Pemko Pastikan Belajar Mulai Besok
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 16.28 WIB, tampak aliran air sungai yang baru masih mengalir di badan jalan.
Anak-anak tampak memanfaatkan aliran air ini untuk berenang. Namun, orang tua mereka tetap mengawasi.
Tampak wajah bahagia dari wajah mereka saat bermain main, meski di saat bencana yang melanda daerahnya.
Aliran air tampak normal dan tidak berarus kuat, sehingga anak-anak dapat bermain air sepuasnya.
Masyarakat dari daerah lain juga tampak melihat kondisi Lapau Munggu pasca banjir. Mereka melihat dari atas motor hingga menemui korban bencana.
Di sisi lain, relawan juga datang ke lokasi untuk memberikan bantuan makanan kepada masyarakat terdapat.
Baca juga: Banjir Padang Rendam 15 Titik, Kecamatan Kuranji Jadi Wilayah Terdampak Paling Berat
Salah satu masyarakat, Bayu Wardana, mengatakan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin (3/8/2026).
Kata dia, air dengan debit tinggi datang dari arah perbukitan dan menghantam tanggul darurat yang sebelumnya telah diperbaiki.
Menurutnya, aliran sungai yang seharusnya berbelok justru melurus akibat derasnya arus. Kondisi itu membuat tanggul sementara yang hanya dibuat menggunakan karung berisi pasir tidak mampu menahan tekanan air.
"Air itu turun dari atas bukit. Karena debitnya tinggi, tanggul sementara yang dibuat dari karung pasir jebol lagi. Air akhirnya mengarah ke sawah lalu masuk ke permukiman warga," ucapnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran langsung memerintahkan pengerahan alat berat ke RT 02/RW 06, Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026).
Langkah itu diambil setelah melihat langsung dinding penahan sungai yang jebol akibat banjir di kawasan tersebut.
Saat kunjungan di lokasi tersebut, ia didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Fadly menyusuri kawasan permukiman yang terdampak, berdialog dengan warga, sekaligus meninjau rumah-rumah yang rusak diterjang derasnya arus Sungai Batang Kuranji.
Menurut Fadly, perbaikan dinding penahan sungai menjadi kebutuhan paling mendesak agar aliran air tidak kembali mengancam permukiman jika hujan turun lagi di kawasan tersebut.
"Tadi permintaan warga di sini harus ada alat berat untuk membantu perbaikan. Itu akan kita akomodir. Secepatnya hari ini saya perintahkan alat berat ke sini untuk memperbaiki dinding yang jebol. Ini penting untuk menahan sekaligus sedikit mengalihkan arus air. Kalau ini tidak segera diperbaiki dan hujan turun lagi, warga pasti akan terdampak kembali," katanya.
Baca juga: Daftar Pemain Semen Padang FC yang Dibawa Pemusatan Latihan di Yogyakarta
Ia menjelaskan, Lapau Munggu merupakan salah satu kawasan yang menerima hantaman arus paling deras karena berada di tikungan pertama aliran Sungai Batang Kuranji.
Menurutnya, penanganan sungai memang telah berjalan, namun masih berada pada tahap tanggap darurat dan belum memasuki penyelesaian akhir sesuai rencana rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Betonisasi sangat penting. Infrastruktur sebenarnya sudah ditenderkan. Kita harapkan pengerjaannya bisa dipercepat," ujarnya.
Selain penanganan fisik, Pemko Padang juga mengerahkan bantuan bagi warga terdampak.
Tim kebersihan diturunkan untuk membantu membersihkan rumah, sementara bantuan logistik, selimut, pakaian, hingga bantuan langsung tunai disiapkan.
Baca juga: Kembali Dihantam Banjir, Warga Lapau Munggu Padang Butuh Perlengkapan Bayi dan Peralatan Memasak
"Tidak cukup hanya membersihkan rumah. Kebutuhan seperti selimut, pakaian, makan, minum, hingga bantuan langsung tunai juga kita kerahkan untuk meringankan beban masyarakat," ucapnya.
Di Lapau Munggu, sekitar 70 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Pemerintah juga menurunkan personel untuk membantu pembersihan sekolah-sekolah yang ikut terendam.
Secara umum, kata Fadly, banjir di Kota Padang telah surut sejak tadi malam. Namun ia mengingatkan masyarakat tetap waspada karena curah hujan yang terjadi kali ini tergolong anomali.
"Intensitas hujan kali ini, kalau dihitung per jam, bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir besar pada November lalu. Karena itu kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem kembali terjadi," katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 15 titik banjir di Kota Padang.
Baca juga: Semen Padang FC Matangkan Skuad di Yogyakarta, Gelar Laga Uji Coba Lawan Sejumlah Tim Liga 1
Empat kecamatan mengalami dampak paling besar, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo dan Lubuk Begalung, dengan tingkat kerusakan terparah berada di Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Sementara itu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam disebut menjadi wilayah dengan genangan paling tinggi.
"Di Dadok tadi malam memang mencekam. Air mencapai sekitar setengah dada orang dewasa. Kawasan itu memang menjadi salah satu prioritas penanganan dalam rehabilitasi yang sedang berjalan," ujarnya.
Fadly memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat banjir yang melanda Kota Padang. Sebagian besar warga yang sempat mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing, meski pemerintah tetap menyiagakan bantuan di lokasi pengungsian.
Untuk data kerusakan dan jumlah warga terdampak secara keseluruhan, Pemko Padang masih melakukan finalisasi.
"Hari ini saya minta seluruh data sudah masuk. Khusus daerah yang terdampak berat, bantuan langsung tunai akan disalurkan berdasarkan alamat penerima. Sementara pendataan rumah yang rusak ringan maupun yang hanya sempat tergenang masih kita finalkan," katanya. (*)