SURYA.CO.ID SAMPANG - Suara gemuruh misterius dari bawah tanah menggegerkan warga Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Sampang, Madura, saat sawah tergenang air mendadak mengeluarkan gelembung udara dari permukaan tanah yang memicu kekhawatiran warga dan menarik perhatian hingga kini.
Fenomena tak biasa itu muncul dari sebidang sawah yang sedang tergenang air. Dari permukaan tanah terlihat gelembung udara bermunculan, sementara suara gemuruh terdengar seperti berasal dari ruang bawah permukaan.
Peristiwa tersebut membuat warga berdatangan untuk menyaksikan langsung sumber suara yang belum diketahui penyebabnya.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan fenomena tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi keselamatan warga sekitar.
Baca juga: Fenomena Bediding Melanda, Dokter Anak Surabaya Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tim memang menemukan suara gemuruh yang berasal dari bawah tanah di area sawah yang saat itu sedang digarap oleh dua warga Dusun Pelampean, yakni Sadiri (50) dan Agusyanto (30)," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan keterangan warga, suara gemuruh tersebut ternyata bukan fenomena yang baru terjadi. Peristiwa serupa disebut telah muncul sejak bertahun-tahun lalu, meski waktu kemunculannya tidak memiliki pola yang pasti.
Fenomena itu lebih sering terdengar ketika kondisi sawah dipenuhi air. Selain suara dari bawah tanah, warga juga menemukan tanda lain berupa gelembung-gelembung udara yang muncul dari dasar sawah.
BPBD Kabupaten Sampang kemudian berkoordinasi dengan Dinas PUPR Sampang untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait kemungkinan adanya fenomena geologi di bawah permukaan tanah.
"Untuk mengungkap penyebabnya, kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR Sampang guna melakukan kajian lebih lanjut terkait kemungkinan adanya fenomena geologi di bawah permukaan tanah," terang Mohammad Hozin.
Baca juga: ITS dan Universitas Bhayangkara Surabaya Dorong Nata De Siwalan "Entalku" Tembus Pasar Modern
Hingga proses pemeriksaan dilakukan, petugas tidak menemukan indikasi yang mengarah pada kondisi darurat. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pun masih berjalan seperti biasa.
BPBD mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap berbagai isu maupun spekulasi yang belum memiliki dasar kepastian.
"Kami harap warga tetap tenang sambil menunggu hasil kajian teknis dari instansi terkait yang diharapkan dapat menjelaskan secara ilmiah penyebab munculnya suara gemuruh dan gelembung udara dari dalam sawah tersebut," pungkasnya.Hanggara Pratama