Sosok Maliya Finda Nenek Pendaki Perempuan Surabaya yang Rajin Gowes, Meninggal di Gunung Piramid
Dyan Rekohadi August 04, 2026 09:05 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Sosok Maliya Finda (51), pendaki gunung perempuan asal Surabaya yang sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (4/8/2026) ternyata adalah seorang nenek yang baru saja menerima kelahiran cucu.

Kabar duka itu memunculkan kesedihan mendalam bagi keluarga serta tetangga tempat tinggal korban di kawasan Darmo, Wonokromo.

Petugas gabungan kini tengah berjuang mengevaluasi kedua jenazah dari lokasi curam yang memiliki kedalaman ratusan meter.

Baca juga: BREAKING NEWS Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Meninggal Di Jurang Sedalam 60 Meter

 

Kronologi Pendakian hingga Hilang Kontak

Pihak keluarga besar korban sejak awal mengetahui rencana pendakian yang dilakukan Finda secara privat bersama seorang guide.

Rencana pendakian berniat dilakukan secara singkat tanpa menginap namun berakhir dengan putusnya komunikasi.

Wawan, kerabat korban menerangkan, Finda itu berangkat dari rumah Surabaya menuju ke Bondowoso pada Sabtu (1/8/2026) pagi.

Kemudian, memulai pendakian pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Sepanjang waktu itu, Finda masih terus berkomunikasi dengan anaknya yang tinggal di Bali.

Seharusnya, pendakian itu cuma berlangsung satu hari; pagi berangkat, sore hari, pulang.

Namun, hingga Minggu sore, Finda tak lagi merespon pesan masuk atau sambungan telepon dari anak atau kerabatnya.

"Sabtu perjalanan ke Bondowoso, minggu Pagi naik, masin kontak-kontakan. Tapi senin sudah enggak ada kabar. Seharusnya tektok, berangkat pagi naik, sore pulang, ternyata belum ada info kembali," ungkapnya.

 

Rajin Bersepeda dan Mulai Gemar Mendaki 

Almarhumah dikenal oleh lingkungan keluarga serta tetangga sekitar sebagai sosok yang aktif, ramah, dan memegang teguh semangat tinggi.

"Beliau putrinya 1 orang. Iya sudah punya cucu 2 minggu lalu baru lahiran anaknya," ungkap Wawan. 

Memang di usia paruh baya, Finda masih terbilang konsisten menekuni hobinya mendaki gunung.

Wawan tak menampik, hobi mendaki yang ditekuni tantenya itu, baru berjalan kurun waktu 2-3 tahun belakangan.

Bahkan, hampir satu bulan sekali selalu ada agenda pendakian yang dilakoni.

Namun, hobi yang lebih lama ditekuni oleh Finda adalah bersepeda atau gowes.

Nah, kalau jenis kegiatan ini, biasa dilakukan hampir setiap hari.

Terutama saat weekend, Wawan pun terkadang turut terlibat dalam satu komunitas gowes bersama sang tante.

"Beliau hobi mendaki. Dan suka gowes sepeda ontel, kebetulan ngontel juga sama saya. Hobi mendaki itu barusan. Dari Rinjani dan Lawu. Gunung populer," terangnya.

Mengenai firasat akan adanya insiden itu, Wawan mengaku tidak memperoleh petanda apa pun.

Pihak terakhir yang berkomunikasi dengan tantenya itu adalah sang istri; Ririn, yang merupakan keponakan korban.

Istrinya memang sempat berkunjung ke rumah sang tantenya di Kota Surabaya, beberapa hari sebelum pendakian, antara hari Rabu atau Kamis, pekan lalu.

"Istri sedang berkunjung, beliau ngomong mau mendaki, guide private. Tapi kami gak tahu kalau Gunung Piramid, dilarang," katanya.

Baca juga: Sosok Pendaki Perempuan Usia 51 Tahun Hilang di Gunung Piramid, Ini 2 Kasus Serupa Berujung Duka

 

Sosok Periang

Disinggung mengenai sosok pribadi Finda semasa hidup.

Wawan tak menampik, tantenya itu merupakan pribadi yang baik, ramah dan periang.

Memang, untuk urusan pendakian gunung, tantenya itu, masih sangat bersemangat meskipun di usia yang tak bisa dikatakan muda lagi.

Wawan menduga keberhasilan mendaki beberapa gunung lain sebelumnya, barangkali memicu sang tante senantiasa bersemangat menaklukkan pendakian gunung-gunung lainnya.

"Sosok beliau, baik, beliau menyelesaikan ambisi mungkin, karena sudah pernah menaiki gunung mana mana, akhirnya penasaran lalu dicoba, melawan rasa penasaran. Usianya itu seharusnya usia istirahat, tapi beliau masih aktif. Usia 51," pungkasnya.

Di lain sisi, para tetangga menyebutkan sosok Finda sebagai salah satu warga yang baik, ramah dan gemar menyapa.

"Kaget semua orang-orang mas, beliau baik, sama kita yang di jalan kalau ketemu ya menyapa, grapyak pokoknya," kata para tetangga yang nongkrong di warung kopi samping rumah korban.

Baca juga: BREAKING NEWS Pendaki Asal Surabaya Hilang Kontak di Gunung Piramid Bondowoso

 

Rencana DImakamkan di Babat Lamongan

Rencananya, jenazah Maliya Finda akan disemayamkan di rumah duka Surabaya sebelum dimakamkan di komplek makam umum Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, Jatim, keesokan hari.

Belum bisa diperkirakan kapan jenazah bakal dibawa ke rumah duka di kawasan Jalan Cipunegara, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya

"Kami menunggu proses evakuasi, katanya lagi kesulitan dengan alat. Masih proses, semoga bisa dievakuasi secepatnya," ujar Wawan saat ditemui di teras rumah duka, pada Selasa (4/8/2026) sore.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.