Semarang (ANTARA) - Sebanyak 49 perguruan tinggi berasal dari Taiwan mengikuti pameran pendidikan bertajuk "Taiwan Higher Education Fair Indonesia" digelar Ikatan Citra Alumni Taiwan (Icati) di Semarang, Jawa Tengah.

Ketua Icati Jawa Tengah Fandi Chandra, di Semarang, Selasa, mengatakan "Taiwan Higher Education Fair Indonesia" pada tahun ini diikuti 49 universitas ternama dari Taiwan.

Menurut dia, kehadiran puluhan kampus tersebut memberikan banyak pilihan bagi calon mahasiswa untuk memperoleh informasi pendidikan secara langsung, di antaranya National Taiwan Normal University, National Tsing Hua University, National Taiwan University, National Chiayi University, Tam Kang University, Ling Tung University, dan Nanhua University.

Ia optimistis minat pelajar Indonesia, khususnya dari Jateng untuk melanjutkan studi ke Taiwan akan terus meningkat, salah satunya karena biaya pendidikan di Taiwan, meliputi biaya kuliah dan biaya hidup yang relatif terjangkau.

"Biaya kuliah di Taiwan tidak semahal yang diperkirakan. Bahkan, bisa dibilang hampir sama dengan biaya kuliah di Jakarta. Biaya hidup di sana juga relatif terjangkau," katanya.

Untuk program studi, ia mengatakan sejauh ini bidang teknologi dan bisnis menjadi program studi yang paling banyak diminati pelajar berasal dari Jateng karena memiliki prospek kerja yang luas di era transformasi digital.

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setda Provinsi Jateng Edy Iswanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal berbagai pilihan kampus di Taiwan, beserta program-program yang ditawarkan.

"Event yang sangat bagus karena menawarkan banyak peluang dan kesempatan, mulai informasi beasiswa, pilihan program studi, hingga berbagai fasilitas pendukung selama menjalani pendidikan di negara tujuan," katanya.

Kehadiran puluhan perguruan tinggi Taiwan memberikan alternatif bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi, sekaligus memperluas wawasan internasional.

Selain memperoleh ilmu pengetahuan, kata dia, mahasiswa juga berkesempatan membangun jejaring global yang akan menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

"Tantangan ke depan mengharuskan kita mempersiapkan generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memiliki jejaring yang kuat pada tingkat global. Event ini memberikan ruang yang luas untuk itu," katanya.

Ketua Umum Icati Hengky Lau menambahkan minat pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Taiwan terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data terbaru Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan, saat ini terdapat 24.120 pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut.

"Dari jumlah itu, sekitar 19 ribu merupakan mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3. Sisanya merupakan pelajar SMA, SMK, maupun peserta program pusat bahasa Mandarin," katanya.