TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebakaran lahan alang-alang seluas sekitar empat hektare terjadi di kawasan Perkebunan Ranowasu, Kelurahan Malalayang Satu Lingkungan XI, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (4/8/2026).
Berkat respons cepat aparat kepolisian bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Brimob Polda Sulawesi Utara, dan perangkat kelurahan, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke kawasan permukiman warga.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.13 WIta dengan titik acuan di sekitar kawasan wisata De Corlano.
Informasi awal diterima personel Polsek Malalayang dari Ketua Lingkungan XI Kelurahan Malalayang Satu, Rosye Mumek, melalui Grup Kamtibmas Kecamatan Malalayang.
Menerima laporan itu, personel piket Polsek Malalayang langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengatur situasi, serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kebakaran demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan.
Dalam proses pemadaman, Pemerintah Kota Manado mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Sementara itu, Satuan Brimob Polda Sulawesi Utara menurunkan satu unit Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu memadamkan api dan melakukan pendinginan agar kobaran tidak merembet ke lahan perkebunan maupun permukiman warga.
Salah seorang saksi, Jois Herung (37), warga Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan XI, mengatakan kobaran api telah mendekati areal perkebunannya saat ia hendak menuju lokasi.
Menyadari kondisi tersebut, ia segera menghubungi Ketua Lingkungan untuk meminta bantuan sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Setelah lebih dari tiga jam proses pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 Wita.
Luas lahan alang-alang yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.
Kapolsek Malalayang, Kompol Jusman Mori, mengatakan personelnya tetap melakukan pengamanan di lokasi serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan perangkat kelurahan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Anggota juga masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran,” tutur Jusman, Selasa (3/8/2026).
Menurutnya, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh kondisi cuaca panas yang disertai tiupan angin kencang sehingga api dengan cepat menjalar di lahan alang-alang yang kering.
Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Selain itu, tidak ditemukan kerusakan pada rumah warga maupun fasilitas umum di sekitar lokasi,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan selama musim kemarau.
“Langkah pencegahan dinilai menjadi cara paling efektif untuk menghindari kebakaran lahan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan merusak lingkungan,” pungkasnya.
Adapun jarak Kelurahan Malalayang Satu ke Kantor Damkar Kecamatan Malalalang - Manado, berjarak 1,6 kilometer dengan waktu tempuh 5 menit menggunakan kendaraan lewat Jalan Mogandi.
Ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado berjarak 3,0 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit lewat Jalan Mogandi dan Jalan Wolter Monginsidi.
Ke Polda Sulut sejauh 4,2 kilometer lewat Jalan Kampus Timur - Jalan Bethesda Kecamatan Sario. Waktu tempuh 13 menit menggunakan kendaraan. (fer)
Baca juga: Kebakaran Wanea Manado, Belasan Mobil Damkar Dikerahkan, Petugas Pastikan Tak ada Bara Lagi