TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK – Pengembangan kawasan wisata berbasis ekowisata dan kearifan lokal terus menunjukkan geliat positif di Kabupaten Landak.
Di Kecamatan Sengah Temila, Pokdarwis Riam Solakng menjadi motor penggerak utama dalam mengelola serta mempromosikan objek wisata air terjun dan ragam potensi sosial-budaya yang berpusat di Desa Senakin.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Buku Profil dan Analisis Daerah Kabupaten Landak, Pokdarwis Riam Solakng diperkuat oleh 20 anggota masyarakat setempat.
Kelompok ini bertugas mengintegrasikan perlindungan bentang alam alami dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Desa Senakin menyimpan daya tarik utama berupa Riam Solakng, sebuah lanskap air terjun yang menyajikan panorama alam asri dan sejuk.
Objek wisata ini menjadi salah satu magnet utama bagi wisatawan yang menggemari wisata alam terbuka dan petualangan di wilayah Sengah Temila.
Selain pesona air terjun dan keindahan alam sekitarnya, kawasan ini menawarkan paket pengalaman wisata yang lengkap.
Wisatawan dapat menyaksikan pergelaran seni dan budaya tradisional, berinteraksi dengan kehidupan sosial masyarakat lokal.
Hingga mengamati aktivitas pertanian warga yang menjadi bagian penting dari denyut perekonomian desa.
Baca juga: Dorong Ekonomi Pedesaan, Pokdarwis Riam Angan Tembawang Optimalkan 5 Potensi Wisata
Pengembangan kawasan wisata di Desa Senakin telah didukung oleh landasan hukum yang sah dari Pemerintah Kabupaten Landak.
Pengukuhan kelembagaan Pokdarwis Riam Solakng secara resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Disporaparekraf Nomor 556/021/Disporaparekraf/2018 pada 3 April 2018.
Sementara itu, penetapan kawasannya sebagai Desa Wisata dikuatkan melalui Surat Keputusan Bupati Landak Nomor 556/424/HK-2019 tertanggal 9 Desember 2019.
Payung hukum ini mengukuhkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi Riam Solakng sebagai salah satu destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Landak.
Riam Solakng
Ikon utama wisata air terjun dan panorama alam.
Keindahan Alam
Bentang lanskap pedesaan yang asri dan alami.
Kehidupan Masyarakat
Keunikan tata cara hidup dan aktivitas warga lokal.
Seni dan Budaya
Pergelaran kesenian tradisional serta tradisi kebudayaan daerah.
Pertanian
Pengalaman mengamati serta berinteraksi dalam aktivitas pertanian warga. (*)