Harga Minyak Dunia Naik-Turun, Prabowo Minta Bahlil Jaga Harga BBM Subsidi
Choirul Arifin August 05, 2026 12:35 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri di kabinetnya agar menjaga harga BBM bersubsidi di tengah harga minyak dunia yang fluktuatif.

“Kami membahas terkait dengan perkembangan daripada harga minyak dunia yang terus terjadi dinamika yang sangat tinggi,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengutip pernyataan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Selasa 4 Agustus 2026.

Selain menjaga harga BBM bersubsidi, Presiden juga meminta agar harga BBM non subsidi untuk disesuaikan dengan harga pasar, terutama apabila harga minyak dunia turun.

“Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan tetapi kalau memang harga ICP dunia turun, kita yang non-subsidinya juga dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan. Kira-kira begitu,” tuturnya.

Harga minyak dunia saat ini menguat tipis setelah sempat anjlok hingga 7 persen. Harga minyak dunia yang fluktuatif ini disebabkan oleh ketidakpastian situasi di Timur Tengah.

Pemerintah menjaga harga BBM subsidi di tengah ketidakpastian harga minyak dunia karena konsumsinya mencapai 80 persen secara nasional. Sementara itu konsumsi BBM non subsidi hanya 20 persen.

Baca juga: BBM Subsidi Langka di Lombok Timur dan Aceh Tengah, Antrean Kendaraan Mengular Berjam-jam

“Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi. Yang non-subsidi itu 20 persen. Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu, gitu lho,” katanya Senin kemarin.

Karena itu, Pemerintah kini berupaya memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik karena menyangkut hajat hidup orang banyak. “Yang penting gini lho, yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.