Organisasi Sehat Kunci Prestasi, Porserosi Kaltim Optimis Cetak Atlet Elite Sepatu Roda
Budi Susilo August 05, 2026 01:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Prestasi cabang olahraga sepatu roda Indonesia telah lama dihitung sebagai kekuatan besar di kawasan Asia, khususnya pada nomor speed. 

Dominasi Merah Putih bahkan pernah mencatatkan sejarah saat memborong medali emas pada SEA Games 2011 sebuah pencapaian impresif yang membuat nomor tersebut sempat absen dipertandingkan pada beberapa edisi berikutnya.

Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kaltim, Alfroki Marta, mengungkapkan bahwa upaya diplomatik untuk mengembalikan nomor speed ke panggung SEA Games terus diperjuangkan lewat komunikasi intensif di tingkat internasional.

Selain speed, Indonesia juga membuktikan taringnya di nomor skateboard. Pada ajang Asian Games Hangzhou 2022 lalu, atlet nasional Sanggoe Darma Tanjung sukses menyumbangkan medali perak di nomor men's street.

Baca juga: 4 Atlet Paser akan Ikut Kejurnas Sepatu Roda Tingkat Pelajar di Semarang

"Itu sebuah capaian yang maksimal dari teman-teman di nomor skateboard," ujar Alfroki saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026) malam.

Di tingkat regional, Kalimantan Timur turut memikul tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi prestasi tersebut.

Modalnya pun kuat. Pada PON sebelumnya, tim sepatu roda Kaltim sukses menembus jajaran lima besar nasional dan atlet-atletnya konsisten diperhitungkan di kancah nasional.

Tantangan berikutnya adalah merawat dan meningkatkan prestasi tersebut menghadapi Pra-PON dan PON mendatang.

Apalagi, minat masyarakat terhadap olahraga sepatu roda terus menunjukkan grafik positif.

Alfroki optimistis Kaltim memiliki peluang besar untuk terus bersaing jika pembinaan atlet dijalankan secara konsisten dari tingkat daerah.

"Kaltim sudah memiliki nama besar terhadap atlet sepatu rodanya. Kalau saya tidak salah, PON sebelumnya masuk lima besar. Atlet-atletnya juga sudah diperhitungkan di tingkat nasional," ungkapnya.

Ia juga menaruh harapan besar pada sinergi dengan Pengurus Besar (PB).

"Kalau kita melihat dari PB, insyaallah atlet-atlet dari Kaltim bisa berprestasi juga nantinya di PON. Kita berharap seperti itu."

Meski demikian, Alfroki menegaskan bahwa prestasi puncak tidak akan pernah lahir tanpa ditopang oleh tata kelola organisasi yang sehat.

Menurutnya, pembinaan atlet yang ideal selalu bermula dari manajemen organisasi yang profesional. 

"Untuk mencapai prestasi itu harus kita benahi dulu organisasinya. Ketika organisasinya sudah benar, ketika organisasinya sudah sehat, maka prestasi akan baik dan akan tercapai," tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengapresiasi dukungan besar KONI Kaltim terhadap pembinaan olahraga prestasi, termasuk komitmen penyediaan bonus senilai Rp1 miliar bagi peraih medali emas PON.

"Inilah motivasi yang diharapkan kepada atlet-atlet nantinya sehingga mereka berlari dan berprestasi di PON," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.