Pasien BPJS Diserbu Komentar Jahat dari Dokter dan Perawat Usai Curhat, 9 Hari Kemudian Meninggal
Rr Dewi Kartika H August 05, 2026 01:52 AM

TRIBUNJAKARTA - Seorang pasien BPJS asal Bogor, Jawa Barat bernama Yurizal Tri Chaerawan berkeluh kesah di media sosial berujung dibully oleh sejumlah tenaga kesehatan (nakes).

Yurizal Tri Chaerawan itu awalnya curhat di platform Threads soal dirinya yang belum mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit.

Padahal diakui Yurizal, ia sudah menunggu selama delapan jam.

"8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," ungkap Yurizal pada 22 Juli 2026 lalu.

Tak disangka, postingan singkat Yurizal itu diserbu komentar jahat dari netizen dan sejumlah nakes.

Ada yang menyebut Yurizal tak punya pikiran, hingga ada yang menyarankan agar ia masuk ke ruang jenazah saja.

"PPnya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cells," tulis dokter berinisial E.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Enggak ada hubungannya sama BPJS atau nggak
BPJS yang make banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, ga cuma lu sendiri

Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong

Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis dokter berinisial B.

"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," tulis perawat berinisial W.

Respon keluarga dan sahabat

Atas komentar nyinyir dari para nakes tersebut, sahabat serta keluarga Yurizal pun membalasnya.

Yurizal ternyata sudah meninggal dunia pada 31 Juli 2026 lalu.

Firhan Arief, sahabat Yurizal menceritakan bagaimana respon almarhum saat membaca komentar nyinyir dari para nakes tersebut.

Rupanya sebelum meninggal, Yurizal sempat membaca semua komentar nirempati untuknya, termasuk dari para nakes.

Hal itu lah yang membuar kondisi Yurizal kian drop.

"Saya sahabat dekat Alm Yurizal. Saya yang tau riwayat penyakit Alm dari awal sampai Alm hembuskan nafas terakhir. Saya yang betul betul mendampingi Alm dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, dan bahkan ketika Alm mau masuk HCU ruangan penuh, akhirnya Alm diberikan tindakan khusus di ruang ranap. Saya juga bersaksi, alm menangis dan sedih lihat threads ini. Alm capek, lelah, tapi saya gak ada di sebelah nya jadi beliau luapkan rasa sedih nya di sini," ungkap Firhan.

Bahkan saking dropnya, Yurizal akhirnya tak lagi memegang ponsel lantaran sakit hati dengan komentar nyinyir para nakes atas kondisinya.

Padahal niatan Yurizal curhat di media sosial adalah karena tak punya teman berbagi keluh kesah.

"Ketika baca threads ini, Alm kondisi menurun dan sudah tidak megang alat komunikasi, airplane mode karena gk mau buka social media lagi. Saya mewakili keluarga dan sahabat, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besar nya untuk Alm Yurizal. Semoga Alm Yurizal Tri Chaerawan, sahabat saya diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin," ujar Firhan.

Bukan cuma Firhan, keluarga Yurizal, Hilda Aprianti juga mengurai hal yang sama.

Diungkap Hilda, selama sakit, Yurizal tidak pernah mengeluh ke keluarga.

Karenanya Yurizal memilih untuk curhat singkat di media sosial soal sakitnya.

Namun siapa sangka, curhatan tersebut justru berimbas pada kondisi kesehatannya yang drop hingga meninggal.

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt, maafin sepupu saya kalo curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit ga pernah cerita2 kmn bahkan ke keluarga, apa2 nyimpen sendiri, sudah ya jgn ada hate lg di sini," imbuh Hilda.

Akhirnya minta maaf

Gara-gara hal tersebut, netizen pun murka kepada para nakes yang berkomentar nyinyir di postingan Yurizal.

Hingga akhirnya, perawat W yang menyuruh Yurizal memotong urat nadi mengurai permintaan maaf.

Lewat akun media sosialnya, W mengakui kesalahannya karena telah berkomentar tak pantas kepada Yurizal yang kini telah tiada.

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Yurizal, semoga amal ibadahnya dapat diterima di sisi Allah, aamiin," ungkap W.

Dalam permintaan maaf tersebut, ia juga mengakui kesalahannya.

W juga meminta maaf kepada instansi rumah sakit tempatnya bekerja.

"Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga dari almarhum Yurizal. Atas utas saya yang menambah beban emosional dan luka pada keluarga. Saya menyadari kesalahan saya dan ketidakprofesionalan saya sebagai tenaga kesehatan," 

"Saya juga meminta maaf kepada instansi saya karena utas saya tersebut mencoreng nama baik instansi saya. Di sini saya bersungguh-sungguh meminta maaf, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi di kemudian hari," sambungnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.