SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kota Banda Aceh mulai melakukan penyuluhan eco enzym dan pemilahan sampah, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan perdana dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banda Aceh. Penyuluhan ini digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, sekaligus mendukung implementasi program prioritas Eko Teologi Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Informasi diterima Serambinews.com, kegiatan tersebut diikuti siswa dan guru. Peserta dibekali tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pemilahan sampah, serta pemanfaatan sampah organik menjadi eco enzym, yaitu cairan hasil fermentasi yang memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan.
Para peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan eco enzym menggunakan bahan-bahan sederhana seperti air, gula, dan limbah organik berupa kulit buah dan sayuran.
Materi penyuluhan disampaikan Sekretaris PD IPARI Kota Banda Aceh yang juga Praktisi Eko Enzim, Hj. Supiati, S.Ag., M.Sos. Ia mengatakan, sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi cairan multifungsi yang bermanfaat untuk kebersihan lingkungan, pertanian, hingga pengurangan pencemaran.
“Kita ajarkan pada anak-anak bahwa sampah bukan untuk dibuang begitu saja. Sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan dalam menjaga alam ciptaan Allah SWT,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Kota Banda Aceh, Usman, S.Pd.I, mengapresiasi inisiatif PD IPARI Kota Banda Aceh dalam memberikan edukasi lingkungan kepada warga madrasah.
“Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru. Dengan adanya praktik pembuatan eko enzim, kami berharap peserta didik semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ke depan, eko enzim yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebersihan saluran air atau got di lingkungan sekolah sehingga menjadi lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Baca juga: VIDEO MATAMUDA MIN 1 Banda Aceh Ditutup dengan Parenting Inspiratif
Di sisi lain, Ketua PD IPARI Kota Banda Aceh, Hj. Rosmiati, S.Ag., M.Sos., mengatakan penyuluhan eko enzim ini merupakan gerakan berkelanjutan yang akan terus dilakukan ke berbagai sekolah dan madrasah di Kota Banda Aceh.
"Harapan kami, semakin banyak siswa, guru, dan masyarakat yang memahami serta mempraktikkan pembuatan eko enzim. Dengan demikian akan lahir semakin banyak pelaku eko enzim yang mampu mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.
Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan semangat Eko Teologi Kementerian Agama yang mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial. Melalui edukasi yang berkelanjutan, budaya memilah sampah dan mengolah limbah organik diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.(*)