Antrean Panjang di SPBU Banjamasin dan Banjar, Pengelola Turunkan Petugas Khusus Atur Kendaraan
Ratino Taufik August 05, 2026 07:52 AM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah lebih dari sepekan antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite, terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Sebagaimana di SPBU Jalan Adhyaksa. Sejak siang hingga sore hari, Selasa (4/8/2026) puluhan sepeda motor berderet memadati area SPBU untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar.

Agar antrean tak memakan badan jalan, pengelola memanfaatkan lahan kosong di samping area SPBU sebagai jalur antrean tambahan.

Pengelola SPBU Adhyaksa, Isan, mengatakan kuota Pertalite yang diterima SPBU tempatnya tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Ia menduga penyebab antrean bukan karena pengurangan alokasi BBM, melainkan proses distribusi dari depot yang berjalan lebih lambat. Akibat kondisi tersebut diduga sejumlah SPBU harus menunggu giliran pasokan dari depot Pertamina.

Isan mengungkapkan, alokasi Pertalite yang diterima SPBU Adhyaksa masih normal dan tidak mengalami pengurangan. Karena itu, ia memastikan antrean panjang yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan berkurangnya kuota.

Di SPBU Jalan Pulau Laut, Banjarmasin Tengah, antrean bahkan hampir menutup akses di persimpangan jalan.

Manager SPBU Pulau Laut, Aan, mengatakan pihaknya juga dibuat heran dengan lonjakan kendaraan yang datang membeli Pertalite, padahal distribusi dari depot Pertamina ke SPBU berjalan normal. Bahkan, alokasi penyaluran Pertalite ke SPBU tempatnya bertugas pada bulan ini mengalami penambahan dibanding bulan sebelumnya.

“Kalau di tempat kami distribusi dari depot aman saja. Bahkan jatah penyaluran bulan ini bertambah. Yang meningkat justru konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Kalsel Terjaga, Terus Pantau Distribusi Bahan Bakar

Aan mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari satu pekan. Untuk mengurai kepadatan, SPBU menempatkan petugas marshal khusus mengatur antrean agar tidak menutup ruas jalan.

Sistem buka tutup antrean juga sempat dicoba, tetapi langkah tersebut justru memicu protes dari para pelanggan yang mengantre. “Sudah dicoba buka tutup, tapi pelanggan protes. Akhirnya sekarang kami tempatkan marshal supaya antrean tidak menutup jalan,” katanya.

Meski demikian, antrean tetap panjang. Menurut pengamatannya, salah satu penyebab warga berbondong-bondong membeli Pertalite di SPBU adalah karena harga di tingkat pengecer sudah mencapai sekitar Rp 13 ribu per liter. “Yang saya bingung, stok di SPBU tidak ada masalah sama sekali, tapi masyarakat terus menyerbu,” ujarnya.

Serupa juga terjadi di SPBU Gambut, Kabupaten Banjar. Terlihat deretan mobil dan sepeda motor yang sedang mengantre memanjang di area SPBU, sampai mengular keluar dari SPBU di tepi jalan raya.

Pengawas SPBU Gambut, Yamani, menjelaskan di SPBU yang dia awasi memang ada penambahan atrean kendaraan khususnya di kendaraan roda empat untuk isi pertalite. "Sejauh ini suplai dari pertamina dan penjualan, lancar dan aman," kata Yamani.

Malah, sambung Yamani, kuota untuk pertalite yang dijual untuk SPBU-nya ditambah dari Pertamina. "Asalnya 16 Kiloliter. Kali ini jadi 24 Kiloliter. Adapun yang dari 24. Kiloliter jadi 32 kilo liter," kata Yamani.

Bukan hahya di Gambut, tapi di SPBU di Sungaisipai Banjar juga atrean pertalite mengular, padahal tidak ada pengurangan jatah.

Saat dikonfirmasi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan BBM di Kalsel tetap terjaga. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan, Pertamina terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah Kalsel, serta melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kelancaran distribusi.

“Berdasarkan pemantauan operasional, stok BBM saat ini tersedia dan penyaluran terus dilakukan. Pertamina juga melakukan build up stock di SPBU untuk memperkuat ketersediaan stok dan menjaga kelancaran penyaluran kepada masyarakat. Kami terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Edi.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus mengoptimalkan penyaluran dan melakukan build up stock secara proaktif di SPBU. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketersediaan stok di tingkat SPBU sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

Edi mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan kapasitas kendaraan. “Beli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Dengan pembelian sesuai kebutuhan, distribusi BBM dapat berjalan lebih tertib dan masyarakat lainnya juga dapat memperoleh pelayanan dengan baik,” tandas Edi. (banjarmasinpost.co.id/salmah/nurholis huda/rifki soelaiman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.